Pengendara Motor Jatuh saat Hujan, Warga Minta Pemerintah Mengaspal Ulang Jalan Puspowarno Selatan
"Kalau hujan, banyak pengendara yang terjungkal dan jatuh karena lubang jalan yang tergenang air tidak kelihatan," imbuhnya.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah pengguna ruas Jalan Puspowarno Selatan, Kelurahan Bojong Salaman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, mengeluh kerusakan jalan yang dilalui.
"Sudah sekitar 1,5 tahun jalan ini rusak. Belum ada tindakan dari pemerintah, belum tergerak memperbaiki," keluh Krisnadi (57), warga Bojong salaman yang sehari-hari melintasi jalan tersebut, Rabu (8/11/2017).
Pantauan Tribunjateng.com, kerusakan jalan paling parah terjadi di samping Gereja Santa Theresia. Beberapa lubang jalan menganga cukup dalam.
Beberapa pengendara motor yang melintas memilih melambatkan laju kendaraan. Mereka juga berhati-hati saat menghindari lubang-lubang jalan itu.
"Kalau hujan, banyak pengendara yang terjungkal dan jatuh karena lubang jalan yang tergenang air tidak kelihatan," imbuhnya.
Krisnadi berharap, pemerintah segera memperbaiki dan mengaspal ulang jalan tersebut.
"Saya berharap, pemerintah kota mengaspal ulang, jangan hanya tambal sulam," harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-rusak-di-puspowarno-selatan-bojong-salaman-semarang-barat_20171108_174216.jpg)