Breaking News:

Musik Dangdut Buat Masa Pengunjuk Rasa di Gedung DPRD Kudus Berjoget

"Kami belum menemukan titik terang dalam audiensi ini, beri kami waktu 30 menit," katanya

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/DWI LAYLA
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Nur Hudi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Seorang pria berseragam polisi tiba-tiba masuk ke ruangan audiensi antara perwakilan unjuk rasa dari Forum Peduli Petani Undaan (FPPU) dengan anggota DPRD Kabupaten Kudus, Kamis (9/11/2017).

"Sudah temukan titik temu belum? Peserta unjuk rasa 10 menit lagi memaksa masuk. Jangan sampai kisruh," kata polisi tersebut.

Polisi ini menambahkan bahwa peserta unjuk rasa dijanjikan menunggu perwakilannya beraudiensi selama 30 menit.

Namun setelah 20 menit berlalu belum juga ada titik temu.

Wakil Ketua DPRD, Nur Hudi dan seorang perwakilan dari Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) memohon izin untuk meninggalkan ruangan dan berjalan untuk menemui masa di depan gerbang.

"Kami belum menemukan titik terang dalam audiensi ini, beri kami waktu 30 menit untuk berusaha mencari titik terang," ujar wakil rakyat itu di depan massa.

Seorang perwakilan massa menjawab setuju untuk menunggu hingga jam 12.00 WIB.

"Dangdutan sek wae,  ben adem," tuturnya sembari memberikan instruksi untuk memutar lagu dangdut di depan gerbang gedung DPRD.

Selepas Nur Hudi meninggalkan massa menuju gedung, sayup-sayup terdengar musik dangdut dari sound system.

Seperti diberitakan sebelumnya unjuk rasa tersebut terjadi terkait kelangkaan pupuk di Kabupaten Kudus. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved