Siswa SMK Ungaran Buat Program Acara yang Disiarkan Televisi Nasional

Hampir semua jenis jajanan tradisional unik di Jawa Tengah dan Jogjakarta ditampilkan dengan durasi 30 menit.

Siswa SMK Ungaran Buat Program Acara yang Disiarkan Televisi Nasional
Istimewa
Para siswa SMK VMI, Ungaran, Kabupaten Semarang membuat sinema. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah sukses membesut program Plesiran Indosiar, para siswa Dreamlight Creative School atau SMK Visi Media Indonesia (VMI), Ungaran, Kabupaten Semarang, kembali disibukkan dengan pembuatan Detektip Jajanan.

Program ini telah tayang setiap hari dari Senin - Jumat pukul 03.30 WIB di SCTV.

Baca: 10 Negara Kecil Ini Mampu Lolos ke Piala Dunia, Lima Negara Jumlah Penduduknya di Bawah Semarang

Detektip Jajanan adalah program 'food feature', dimana selain mengenal jajanan tradisional sebagai kekayaan budaya bangsa, juga mengenal budaya tempat/bangunan.

Pemirsa diajak mengetahui proses pembuatan sampai pemasaran ke konsumen. Hampir semua jenis jajanan tradisional unik di Jawa Tengah dan Jogjakarta ditampilkan dengan durasi 30 menit.

Menurut Kepala SMK VMI, Anny Purbo Wicahyani, berbeda dengan program sebelumnya, Detektip Jajanan ini melibatkan semua siswa dari kelas 10, 11 dan 12.

Mereka melakukan tahapan produksi, dari survei, perizinan, syuting, editing, mastering, up-load, bahkan host.

"Jumlah pembimbing lebih banyak baik guru maupun dari Dreamlight World Media," kata Anny dalam siaran tertulis, Jumat (10/11).

Baca: Kocak, Selebrasi Gol Luka Modric ke Gawang Yunani di Kualifikasi Piala Dunia 2018 Jadi Meme-Meme Ini

Host dipilih dari kalangan siswa sendiri antara lain Retno Sasti, Mahdaniar Pijar, Cindy Mahardika dan Sandra Samosir.

"Nilai plusnya, anak-anak SMK ini pengerjaan proses pengiriman masternya melalui digitalisasi dan lewat teknologi internet. Proses digitalisasi ini jarang dilakukan, maka bisa jadi siswa-siswa ini pelopornya," pungkas Anny.

COO (chief operating officer) Dreamlight World Media, Heru Tanaya, menyatakan kegagumannya atas keseriusan para siswa SMK VMI dalam mengerjakan program televisi. "Mereka bekerja layaknya orang-orang profesional," kata Heru.

VMI pelopor karya kreatif anak-anak SMK yang hasilnya sejajar dengan karya profesional. Selama ini sudah dua stasiun tv nasional tertarik untuk menggandeng mereka. Yaitu Indosiar dan SCTV.(*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved