Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Bedanya Terang Bulan Semarang Dibanding Martabak Manis

Rasa topingnya pun beragam, ada yang original, coklat, keju, dan strawberry.

Tayang:
Penulis: Adelia Sari | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/LIKE ADELIA
Kue terang bulan yang sudah diberi toping dan diiris menjadi empat 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Like Adelia

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Jika mendengar nama terang bulan yang terbayang di pikiran adalah martabak manis.

Namun terang bulan di Kota Semarang berbeda dari martabak manis.

Terang bulan di Semarang lebih tipis hampir seperti pancake.

Baca: Tendangan Cungkil Messi dan Sundulan Aguero Tersaji saat Argentina Taklukan Rusia, Ini Videonya

Rasanya pun tidak semanis martabak Bangka pada umumnya.

Kue terang bulan ini bisa dijumpai di pinggir jalan Kota Semarang.

Slamet (58) penjual terang bulan di samping Gedung Telkom, Pleburan, Semarang, Sabtu (11/11/2017)
Slamet (58) penjual terang bulan di samping Gedung Telkom, Pleburan, Semarang, Sabtu (11/11/2017) (TRIBUN JATENG/LIKE ADELIA)

Satu di antaranya adalah Slamet (58), penjual terang bulan yang sedang mangkal di samping Kantor Telkom Pleburan, Semarang.

Dia menjajakan kue terang bulan menggunakan kotak kaca yang dinaikkan boncengan sepeda.

Sambil mengoleskan selai di terang bulan pesanan pembeli, warga Mrican ini bercerita kepada Tribunjateng.com.

"Jualan terang bulan sudah lima tahun. Ambil terang bulan dari agen," ujar Slamet, Sabtu (11/11/2017).

Kue terang bulan ini terbuat dari gandum.

Baca: Astaga! Soimah Ditemukan Tewas Gantung Diri di Lokalisasi Sunan Kuning Semarang

Rasa topingnya pun beragam, ada yang original, coklat, keju, dan strawberry.

"Enak, kulitnya gak tebal kayak martabak Bangka, dan yang pasti nggak enek," ujar Dewi (24) pembeli terang bulan buatan Slamet.

Kue terang bulan yang belum diberi toping, topis seperti pancake
Kue terang bulan yang belum diberi toping, topis seperti pancake (TRIBUN JATENG/LIKE ADELIA)

Slamet biasa berjualan keliling dari Kampung Kali, lalu ke SMA N 1 Semarang, dan kemudian mangkal di samping Gedung Telkom Pahlawan.

Satu bulatan terang bulan dihargai Rp 7.000, yang diiris menjadi empat.

Dalam sehari Slamet mampu menjual 80 terang bulan bahkan lebih.

Kebanyakan yang beli adalah anak sekolah dan ibu-ibu.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved