Menaker: Perusahaan akan Ditindak Tegas Jika Tidak Menaikan Upah Pegawainya di Tahun 2018

Menurutnya sudah menjadi hal yang wajar jika pengusaha ingin UMP tetap atau bahkan kalau bisa turun.

Menaker: Perusahaan akan Ditindak Tegas Jika Tidak Menaikan Upah Pegawainya di Tahun 2018
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (berkacamata) didampingi Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Yos Johan Utama saat di temui di Undip, Sabtu (11/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri menegaskan akan menindak tegas perusahaan yang tidak menaikan upah pekerjanya sesuai penetapan upah minimum yang baru saja disepakati.

Sebelumnya Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP ) 2018 sebesar 8,71 persen.

Baca: Banyak Kuliner Menarik di Festival Kuliner Sam Poo Kong, Seperti Rasa Rujak Ini

Ditemui di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/11/2017), Hanif menjelaskan semua pihak baik pekerja dan pengusaha harus menerima keputusan tersebut.

"Kalau perusahaan nggak menaikan upah pasti nanti akan kami proses sesuai prosedur yang berlaku sekarang semua pihak harus menerima keputusan ini dulu," beber Hanif.

Menurutnya sudah menjadi hal yang wajar jika pengusaha ingin UMP tetap atau bahkan kalau bisa turun.

Dia juga memahami buruh pasti akan meminta kenaikan upah setinggi-tingginya.

"Tapi kami nggak bisa didikte begitu. Kami sudah mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk semua, termasuk kepentingan pekerja," katanya.

"Bayangkan dengan skema kenaikan UMP berdasarkan PP 78 upah buruh diberi kepastian naik, hari begini upah naik 8,71 persen itu sudah sesuatu banget," sambung Hanif.

Baca: Pertamina Ingin Terapkan Program BBM Satu Harga, Ini Penjelasannya

Menurutnya, tidak mudah menetapkan kenaikan tersebut di tengah situasi ekonomi, situasi industri yang penuh tantangan.

"Oleh karena itu, saya minta semua pihak termasuk pekerja untuk bisa menerima keputusan ini. Nanti kalau upah digenjot setinggi-tingginya ada gelombang PHK protes lagi, repot kalau begini," tandasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved