Setelah Dikritik Veteran, Patung Proklamator di Semarang Dicat dan Dibersihkan

Setelah Dikritik veteran pertempuran lima Hari di Semarang, patung proklamator kemerdekaan di Jalan S Parman Gajahmungkur dicat

Setelah Dikritik Veteran, Patung Proklamator di Semarang Dicat dan Dibersihkan
Ist
Patung Proklamator Gajahmungkur 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Semarang langsung merespon kritik dari Veteran Pertempuran Lima Hari di Semarang, Haryanto. Patung Proklamator di jalan Sehat Parman, Gajahmungkur, Kota Semarang dicat kembali dan coretan dibersihkan, Sabtu (12/11/2017).

Patung Proklamator Kemerdekaan, Soekarno-Hatta di Jalan S Parman, Gajahmungkur, Kota Semarang.
Patung Proklamator Kemerdekaan, Soekarno-Hatta di Jalan S Parman, Gajahmungkur, Kota Semarang. (istimewa)

Pantauan Tribun Jateng, warna patung yang semula berwarna merah tembaga, dicat warna hitam.

Kolamyang dalam kondisi kotor dikuras dan dibersihkan.

Kabid Pertamanan dan Pemakaman di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang, Jaiz Suyono mengatakan coretan tangan jahil orang tak bertanggung jawab sudah dibersihkan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas saran dan perhatian dari warga. Kami sudah sering membersihkan coretan. Tapi masih ada tangan jahil yang mengotori taman. Patung kami cat kembali," ujarnya.

Jaiz mengatakan penataan taman dan sekitarnya akan dianggarkan pada 2018.

"Kolam juga kami kuras tapi kondisinya masih agak berlumut. Perawatan dan penataan akan kami lakukan di 2018. Saya harap tidak ada lagi tangan jahil yang mengotori taman. Mari jaga bersama-sama," ujarnya.

Patung Proklamator Gajahmungkur
Patung Proklamator Gajahmungkur (Ist)

Sebelumnya, Haryanto mengaku prihatin dengan patung Soekarno-Hatta yang tampak mulai memudar. Kolam tampak kotor dan terdapat coretan cat semprot, tangan jahil orang.

Baca: Veteran Ini Geram, Patung Proklamator di Semarang Dicorat-Coret dan Tak Terawat

“Kondisinya benar-benar sangat memprihatinkan. Meski kedua tokoh proklamator tersebut sudah tidak ada, sudah sepantasnyalah Pemkot Semarang dan generasi penerus peduli dan merawatnya sebagai sebuah wujud penghargaan,” kata Haryanto.(*)

Penulis: galih permadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved