Breaking News:

Video Pengolahan Teh Putih di Desa Kembang Langit Batang

Namun pria 64 tahun yang sudah menggeluti pertanian teh dari 1970 itu menerangkan, teh putih menjadi komoditi khas didaerahnya.

Penulis: budi susanto | Editor: suharno

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kabut tipis menyelimuti Desa Kembang Langit, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Di depan rumah milik Kasmuri (64), para penduduk yang mayoritas petani teh sibuk menimbang hasil petikan teh.

Usai ditimbang beberapa orang memanggul daun teh yang sudah dimasukan ke dalam karung ke atas truk.

Baca: Parkir di Depan Tokonya, Sepeda Motor Milik Pria Ini Terlindas Truk. Ini Videonya

Dikatakan Kasmuri teh menjadi produk unggulan di daerahnya, dan truk-truk yang datang akan membawa daun teh ke beberapa daerah.

Namun pria 64 tahun yang sudah menggeluti pertanian teh dari 1970 itu menerangkan, teh putih menjadi komoditi khas didaerahnya.

"Teh putih memang langka, karena diambil dari pucuk teratas daun yang masih muda, dari satu hektar kebun hanya menghasilkan delapan kilogram teh putih, dan jika dikeringkan hanya menghasilkan dua kilogram teh siap sedia," ujarnya kepada Tribun Jateng, Sabtu (11/11/2017).

Kasmuri, petani teh putih di Desa Kembang Langit Kecamatan Blado Kabupaten Batang.
Kasmuri, petani teh putih di Desa Kembang Langit Kecamatan Blado Kabupaten Batang. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

Keprihatinan Kasmuri terhadap petani lokal, membuatnya ingin mengembangkan hasil olahan daun teh yang selama ini hanya dijual ke tengkulak.

"Petani mayoritas hanya menjual daun teh basah ke tengkulak, karena ketidaktahuan pemasaran dan pengolahan, harga jual juga sangat murah untuk dua kilogram daun teh dihargai Rp 1.700," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved