Akhir Perjalanan Trio, Pencuri Spesialis Barang Elektronik, Polisi Temukan Ini di Kosnya

Selama 18 hari akhirnya pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) berhasil ditangkap petugas gabungan Unit Reserse Mobile (Resmob)

Akhir Perjalanan Trio, Pencuri Spesialis Barang Elektronik, Polisi Temukan Ini di Kosnya
Istimewa/Humas Polres Blora
Ilustri pencurian 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Tak kurang dari sebulan atau tepatnya selama 18 hari akhirnya pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) berhasil ditangkap petugas gabungan Unit Reserse Mobile (Resmob) bersama Unit IV Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga, sudah berhasil ditangkap.

Aksi pencurian dilakukan pada 21 Oktober 2017.

"Rabu (8/11/2017) petang kami berhasil tangkap seorang pelaku pencurian yang selama ini diduga modusnya masuk ke dalam rumah warga dengan cara merusak pintu maupun jendela. Terhadap pelaku, kami masih jalankan pemeriksaan serta pengembangan," ujar Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Achmad Sugeng, dalam keterangan tertulis kepada Tribunjateng.com, Minggu (12/11/2017) petang.

Pelaku adalah Trio Comsaeni (19) warga Jalan Mutiara Candiwesi Kelurahan Bugel Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga.

"Dia kami tangkap di depan Pemandian Kalitaman Salatiga, saat yang bersangkutan hendak keluar dari tempat kosnya dan kemungkinan hendak beraksi. Yang sebelumnya pula telah kami pantau gerak-geriknya selama beberapa hari," ucapnya.

Menurutnya, pemantauan yang dilakukan pihaknya itu pun dipadukan dengan beberapa laporan masyarakat sekitar yang kerapkali pelaku membawa pula beberapa perlengkapan atau peralatan elektronik ke dalam rumah kosnya pada tengah malam atau dini hari.

"Dan pasca penangkapan, saat kami geledah cukup banyak barang-barang di sana. Seperti masing-masing satu unit ponsel merek Samsung J16 warna putih, ponsel merek Oppo Yoyo R2001 warna putih, ponsel merek Nokia 105 warna merah, kompor gas, tabung gas berat 3 kilogram, magicom, hingga kipas angin," terangnya.

Keseluruhan barang itu diyakini merupakan hasil tindak kriminal yang telah dilakukan pelaku. Adapun yang menjadi sasaran adalah rumah warga yang sekitarnya dalam kondisi sepi.

Untuk beraksi, biasanya yang bersangkutan masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel pintu maupun jendela di malam hari.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved