Kafa Takut Mengira Tangannya akan Dibor Saat Dipasangi Tangan Palsu
Wajah Kafa Firda Aulia (7) mendadak murung. Dia yang biasanya riang dan bersemangat mendadak terdiam dan bersembunyi di balik badan ayahnya.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Wajah Kafa Firda Aulia (7) mendadak murung. Dia yang biasanya riang dan bersemangat mendadak terdiam dan bersembunyi di balik badan ayahnya.
Abdul Muhid, ayahnya pun mencoba meyakinkan anaknya untuk tetap berani.
Kafa yang merupakan warga Tunggulsari, Brangsong, Kendal Jateng itu terlahir hanya memiliki satu lengan.
Minggu (12/11/2017) ia akan menerima bantuan tangan palsu pada acara Bakti Sosial pemberian tangan dan kaki palsu dalam rangka ulang tahun Koperasi Simpan Pinjam Sekartama.
Meski ia sudah terbiasa dengan satu lengan, namun ayahnya tetap mengikutkannya dalam acara itu. Ayahnya berujar bahwa ia akan berusaha berikan terbaik bagi anaknya.
"Anak saya itu tidak minder sama sekali. Tapi tadi Kafa takut lihat bor. Kan tadi kaki palsu ada yang dibor untuk dipasang. Dia mengira nanti tangannya ikut dibor juga," ujar Abdul Muhid.
Tak hanya Kafa yang jadi peserta baksos itu, Abdul Aziz (52) warga Purwokerto, Brangsong, Kendal juga menjadi peserta baksos itu. Dalam baksos itu ia mendapatkan kaki palsu.
Sebelumnya, ia merupakan pria normal sebelum kecelakaan 12 tahun yang lalu hingga kehilangan kakinya. Selama itu ia hanya bisa berbaring dalam melakukan aktivitasnya.
"Nantinya kaki ini saya gunakan untuk mewujudkan keinginan saya. Saya akan lakukan apa aja yang bisa untuk mencari nafkah," tandasnya.
Direktur Utama Sekartama, RY Kristian Hardianto menjelaskan acara baksos yang diadakan di Sekartama Waterland, Weleri Kendal, itu diikuti sebanyak 123 orang.
Di antaranya 74 orang menerima kaki palsu, 39 orang menerima tangan palsu, dan 10 orang mendapatkan alat bantu gerak (brace).
"Acara ini diadakan dua hari yaitu Sabtu dan Minggu. Pesertanya ada yang dari Purwodadi, Ambarawa, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan dan Yogyakarta," ujarnya.
Ia menjelaskan tujuannya mengadakan acara tersebut untuk membagi kebahagian kepada sesama.
"Kalau kami mikir bisnis, uang dan keuntungan saja, rasanya hidup ini kering, kalau berbagi sesama timbul rasa senang di hati melihat orang orang bahagia," ujar Kristian. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sekartama-memberikan-bantuan-tangan-palsu-kepada-bocah-satu-lengan_20171112_152904.jpg)