Bus di Mangkang Dibajak, Terdengar Letusan Senjata dari Dalam (Simulasi)

Sebuah bus PO PW melaju kencang tidak terkendali dari Terminal Mangkang, Semarang, Senin (13/11/2017)

Bus di Mangkang Dibajak, Terdengar Letusan Senjata dari Dalam (Simulasi)
Tribun Jateng/rival al manaf
16 personil tim elit Sabhara Polrestabes Semarang beraksi dalam simulasi penanggulangan teror di Mapolrestabes, Senin (13/11/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah bus PO PW melaju kencang tidak terkendali dari Terminal Mangkang, Semarang, Senin (13/11/2017).

Dari dalam kendaraan tersebut terdengar teriakan dan letusan senjata api. Sebagian penumpang juga melongok ke luar jendela meminta tolong.

Kejar-kejaran antara mobil polisi dan bus kemudian tidak terelakan, ranjau dipasang di jalan, namun bus PO PW tidak juga berhenti. Kendaraan umum tersebut baru bisa berhenti setelah mobil tim elit Sabhara Polrestabes Semarang dengan gerakan taktis menghadang bus tersebut.

Enam belas pasukan dengan senjata laras panjang dan sebagian laras pendek keluar dan langsung menodongkan senjata ke dalam bus.

Terdengar beberapa kali dentuman senjata tak lama setelah itu lima orang pembajak bus dilimpuhkan.

Dari hasil penggeledahan di salah satu kantong celana tersangka ditemukan narkoba. Itulah gambaran simulasi penanggulanag teror tim elit Sabhara Polrestabes Semarang di lapangan Mapolres.

Tim beranggotakan 16 personil dengan dua orang diantaranya adalah perempuan tersebut dibentuk oleh Kapolrestabes Semarang Kombespol Abiyoso Seno Aji.

"Tim elit ini merupakan tulang punggungnya Polrestabes jadi mana kala terjadi sesuatu peristiwa di lapangan dia harus cepat untuk ke TKP untuk mengentaskan permasalahan yang terjadi," beber pria yang akrab disapa Abi tersebut.

Ia menambahkan jika kemudian nantinya tim elit tidak bisa mengatasi, maka akan dibackup Satuan Brigade Mobil (Brimob). Menurutnya pembentukan tim elit dilatarbelakangi oleh tren perkembangan kejahatan di Kota Besar Semarang.

"Tentu kita tidak boleh underestimate karena setiap pelaku kejahatan selalu mencari celah untuk melakukan aksinya," beber Abi.

(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved