Breaking News:

Lowongan Kerja

Dari Dua Juta Pelamar Kerja hanya Segini yang Diterima, Ternyata Ini Masalahnya

Untuk mengurangi pengangguran, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri menilai program studi yang ada di Perguruan Tinggi

tribunjateng/rival almanaf
VOKASI - Menaker Hanif Dhakiri (dua dari kiri) berbicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Perikanan Undip di Aula FPIK, Undip, Tembalang, Sabtu (11/11). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk mengurangi pengangguran, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri menilai program studi yang ada di Perguruan Tinggi Negeri harus disesuaikan dengan dunia industri.

Hal itu ia paparkan dalam seminar di Aula Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip, Sabtu (11/11).

Dalam kesempatan tersebut ia memaparkan problem pencari kerja saat ini adalah tidak adanya kepaduan antara apa yang dipelajari di Perguruan Tinggi (PT) dan dunia kerja.

"Dalam setahun Indonesia setidaknya memiliki 2 jutaan pencari kerja baru, 750 ribu di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi. Dari sepuluh orang pencari kerja baru hanya tiga hingga empat yang akhirnya dapat pekerjaan yang match dengan ilmu yang dipelajari," jelas Hanif.

Untuk mengatasi hal itu, menurutnya kurikulum pendidikan harus banyak diadaptasikan dengan perkembangan jaman. Saat ini ia berpendapat pendidikan vokasi bisa menjadi solusi permasalahan ini.

"Kurikulum seharusnya dikembalikan ke usernya, apakah semua program studi masih relevan dengan dunia kerja saat ini?" ujarnya.

Ia mencontohkan di Eropa kurikulum yang merumuskan adalah universitas masing-masing dengan pendampingan pemerintah dan kadin.

Dalam kurikulum tersebut disusun bahwa mahasiswa harus diterima saat magang di suatu perusahaan.

"Dan benar-benar magang, mereka mendapat gaji, ketika kinerjanya bagus diangkat menjadi karyawan dan yang buruk dikembalikan dengan mendapat catatan-catatan, itu di Eropa," tambahnya.

Terpisah, Ketua Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu), Abdul Kadir Karding berharap kedepan PT lebih mengedepankan kurikulum vokasi.

"Ini penting agar lulusan PT ini bisa mudah terserap dunia kerja, di Fakultas Perikanan misalnya cita-cita luhur mahasiswanya adalah kalau nggak dosen ya PNS, sisanya kerja di luar jalur," bebernya.

Oleh karena itu ia berpendapat pendidikan vokasi yang memiliki hubungan dengan industri akan sangat membantu menyelesaikan persoalan pengangguran.

"Kurikulum pendidikan vokasi memang menjadi penting, namun harus ada skema yang pas," pungkasnya. (tribunjateng/cetak/val)

Penulis: rival al manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved