KREATIF! Mahasiswa Ini Manfaatkan Batok Kelapa Menjadi Barang Bernilai Seni
"Saya merintis usaha dengan bahan mentah dari batok kelapa ini sejak masih duduk di bangku SMA," tuturnya.
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: suharno
Laporan wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ratusan mahasiswa telah mengisi absensi dari pagi tadi untuk masuk ke dalam Gedung Olahraga STAIN Kudus Jawa Tengah.
Senin (13/11/2017), memang menjadi hari pertama pameran produk UMKM Mahasiswa dalam acara 'Kopma Expo 2017' yang digelar di lokasi tersebut.
Acara yang rencananya berlangsung hingga 15 November 2017 ini diikuti sebanyak 36 stan, berukuran 2 x 2 meter berjejer memenuhi ruangan.
Di sudut bagian utara, terdapat stan yang nampak bernuansa klasik dengan hiasan jarik motif batik dan cahaya remang, berpendar dari lampu hias.
Dalam stan itu, berjejer pula aneka kerajinan tangan di atas meja.
Baca: Tak Hanya Nyekar di Jogja, Prabowo Juga Kembali Aktif di Twitter. Ini Respon Para Netizen
Rupanya pun beragam, ada gantungan kunci, miniatur motor antik, cangkir, gelang, celengan dan masih banyak lainnya.
Namun semua memiliki kesamaan, yakni material batok kelapa sebagai bahan utamanya.
Harganya pun beragam mulai kisaran Rp 2.000 - Rp 150.000.
Stan tersebut merupakan milik seorang mahasiswa UIN walisongo Semarang, Tiar Bachroni (23), mahasiswa jurusan muamalah semester 11 yang baru saja menyelesaikan skripsi.
"Saya merintis usaha dengan bahan mentah dari batok kelapa ini sejak masih duduk di bangku SMA," tuturnya kepada Tribunjateng.com.
Meski telah lama ia geluti, namun pria yang merupakan warga Undaan, Kudus, Jawa Tengah ini menuturkan baru sekali ikut pameran semacam ini.
Baca: Mengkritik dan Walk Out saat Anies Baswedan Berpidato, Twitter Ananda Sukarlan Diserbu Netizen
Hal tersebut dikarenakan dulu statusnya yang masih mahasiswa, sehingga harus membagi pikiran dan belum total terhadap usahanya.
Namun hal yang mengejutkan terjadi pagi tadi.
Saat ia sedang menjaga stand, tiba-tiba seorang yang diketahui merupakan dosen kampus ini menawari untuk kerja sama dalam mengekspor hasil kerajinannya.
"Tadi kan banyak orang yang mampir stand ini, dan seorang dari mereka menawari kerja sama untuk melakukan ekspor. Pihak yang tadi menawari merupakan dosen yang memang punya usaha dalam kegiatan ekspor itu," ujarnya.
Bagi Tiar, tawaran itu menjadi hal yang baru.
Baca: Polisi Hentikan Interogasi Karena Tersangka Kentut Berulang Kali
Sebelumnya, Tiar yang memasarkan kerajinannya dengan cara e-commerce hanya merambah pasar nasional.
Sedangkan usahanya kini punya peluang untuk merambah pasar internasional.
Tiar yang saat ini masih memproduksi seorang diri, berharap kelak mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
"Semoga dengan tawaran ekspor ini, usaha saya sekin berkembang hingga mampu ciptakan lapangan pekerjaan," harapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/celengan-batok_20171113_225617.jpg)