Pasar Klewer Solo Diresmikan Sebagai Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 

"Bahkan di wilayah Jawa Tengah dan DIY, pasar tersebut menjadi satu-satunya pasar yang ditunjuk," ujarnya

Pasar Klewer Solo Diresmikan Sebagai Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 
Tribun Jateng/akbar hari murti
Suwilwan Rachmat (kiri) menandatangani perjanjian dengan Pemkot Solo dalam peresmian Pasar Klewer sebagai pasar sadar jaminan sosial ketenagakerjaan, Senin (13/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kepesertaan jaminan sosial khususnya dari kalangan pedagang.

Begitu diungkapkan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Solo, Suwilwan Rachmat pada peresmian Pasar Klewer sebagai pasar sadar jaminan sosial ketenagakerjaan, Senin (13/11/2017).
"Dalam hal ini kami juga tidak bisa melakukannya tanpa bantuan dari Pemkot Solo," katanya.

Suwilwan mengatakan, peresmian tersebut menjadi dorongan kuat bagi terselenggaranya program Pasar Klewer sebagai pasar sadar jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan pedagang dan karyawan toko di pasar tersebut.

Ia pun memaparkan, berkat dukungan dari Pemkot Solo, saat ini Pasar Klewer Solo menjadi 1 dari 11 pasar di seluruh Indonesia yang menjadi sebagai pasar percontohan sadar jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Bahkan di wilayah Jawa Tengah dan DIY, pasar tersebut menjadi satu-satunya pasar yang ditunjuk," ujarnya.

Berdasarkan data, dirinya memaparkan, hingga saat ini ada sebanyak 606 kios yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sedangkan dari sisi karyawan dan pedagang, jumlahnya sebanyak 778 peserta.

Suwilwan menilai, angka tersebut masih jauh, apabila dibandingkan dengan total jumlah pedagang dan karyawan di Pasar Klewer Solo, yang saat ini jumlahnya mencapai 1.694 pedagang.

"Oleh karena itu, realisasi kepesertaan di Pasar Klewer hingga saat ini belum optimal sehingga dengan pencanangan ini harapan kami kepesertaan akan selalu meningkat," katanya.

Lebih lanjut, Suwilwan mengatakan, untuk iuran dari kepesertaan tersebut relatif terjangkau, yakni Rp 8.300 per orang per bulan.

Adapun untuk manfaat yang berhak diperoleh di antaranya jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian.

"Ada juga jaminan lain yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu ada jaminan hari tua dan jaminan pensiun tetapi sejauh ini baru jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian yang dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada para pedagang," urainya.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, berharap, dengan adanya jaminan tersebut, para pedagang menjadi lebih tenang dan lebih bersemangat dalam bekerja di pasar.

"Saya kira tidak hanya pedagang dan pekerja di Pasar Klewer tetapi juga semua pedagang dan pekerja di pasar dan di tempat lain juga harus mendapatkan jaminan sosial," ucapnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved