Breaking News:

Pejabat Ini Nilai BUMDes Masih Minim Inovasi, Ini Sarannya

Kendati jumlahnya terus meningkat, pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dinilai masih minim inovasi.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Anwar Sanusi usai acara BUMDes Talk Show di.Swiss Bellin saat diwawancara, Senin (13/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kendati jumlahnya terus meningkat, pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dinilai masih minim inovasi.

Akibatnya tidak jarang badan usaha tersebut stagnan dan belum berdampak signifikan terhadap perbaikan ekonomi suatu wilayah.

Begitu ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa Pembangunan Daerah dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Anwar Sanusi, di acara BUMDes Talk di Hotel Swiss Bellin, Solo, Senin (13/11/2017).

Dari hasil monitoring yang pihaknya telah lakukan, ia menjelaskan bahwa rata-rata pengelola BUMDes masih bingung untuk mengembangkan usahanya.

Baca: Duh, 50 Hektare Sawah di Desa Wonosoco Kudus Terendam Air, Bibit Petani Terancam

“Banyak yang masih terjebak pemikiran pragmatis, pokoknya BUMDes berdiri dulu nanti urusan pengembangan dipikir belakangan,” ungkapnya.

Berdasarkan data kementerian, dirinya memaparkan, saat ini terdapat tak kurang 22 ribu BUMDes di 74.910 desa se-Indonesia.

Jumlah itu, kata Anwar, meningkat apabila dibandingkan tahun 2016, yakni 18 ribu badan usaha.

Namun, ia menjelaskan,banyak usaha BUMDes yang masih sebatas simpan pinjam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved