Kades Debat dengan Kepala Seksi di PSDAPC Sebelum Bongkar Kios

Perdebatan panas terjadi di Kantor Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Senin (13/11).

Kades Debat dengan Kepala Seksi di PSDAPC Sebelum Bongkar Kios
tribunjateng/budi susanto
Petugas melakukan eksekusi pembongkaran 14 Kios 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Perdebatan panas terjadi di Kantor Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Senin (13/11). Kepala desa Warungasem bersikeras 14 kios yang dibangun sejak pertengahan tahun 2016 tidak bisa dibongkar.

Berlawanan dengan pihak PSDAPC yang diwakili oleh Cuk Sunaryono selaku Kepala Seksi Pengendalian dan Pendayagunaan Sumber Daya Alam PSDAPC, pihaknya tetap akan membongkar kios tersebut karena melanggar aturan.

"Sudah diperingatkan tapi tidak diindahkan, pembangunan kios tersebut mengganggu irigasi sungai yang berada di belakang kios," ujarnya di dalam Kantor kecamatan Warungasem, kemarin.

Kemudian Camat Warungasem, Muhammad Fatoni menengahi diskusi panas tersebut, dan pihak kecamatan mengizinkan pembongkaran kios. "Kami mencari solusi terbaik, kalau memang melanggar ya silakan dibongkar saja," tuturnya.

Diskusi panjang tersebut berakhir dengan persetujuan beberapa pihak terkait pembongkaran kios, namun yang dibongkar berupa dinding belakang oleh pihak PSDAPC dan Satpol PP Provinsi Jateng.

"Kalau memang disepakati silakan, tembok yang bersebelahan dengan sungai dibongkar PSDAPC namun setelah itu akan dilanjutkan pembongkaran oleh pihak desa setempat," pungkasnya.

Pembongkaran kios di Jalan Warung Asem Raya Kelurahan Warung Asem oleh pihak Satpol-PP Provinsi Jateng, Senin (13/11).
Pembongkaran kios di Jalan Warung Asem Raya Kelurahan Warung Asem oleh pihak Satpol-PP Provinsi Jateng, Senin (13/11). (tribunjateng/budi susanto)

Dikatakan Kepala desa Warungasem Muhamad Huda, pihaknya sudah izin ke kecamatan terkait pembangunan kios tersebut.

"Kami sudah izin ke kecamatan, karena pembangunan kios ini menggunakan dana Badan usaha milik desa (BUMDes) yang digelontorkan dari Kementerian Desa, kami juga sudah melakukan konsultasi ke Dinas Inspektorat Kabupaten Batang mereka menyetujui rencana pembangunan," ujarnya.

Muhamad menuturkan tanah yang dibangun kios merupakan tanah goyang (tanah tanpa sertifikat).

"Tanah tersebut memang tanah goyang, dan kami ingin memanfaatkan untuk warga desa, karena awalnya kumuh, dan ditempati para pedagang, Kami juga sudah melakukan musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrenbang) bersama kecamatan untuk membangun kios," terang Muhamad.

Pihak desa meminta kelonggaran waktu pembongkaran, dan melakukan musyawarah bersama pihak terkait. Namun Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Pemali Comal (PSDAPC) Provinsi yang dibantu dan Satpol-PP Provinsi Jateng tetap melakukan pembongkaran.

PSDAPC yang diwakili oleh Cuk Sunaryono selaku Kepala seksi pengendalian dan pendayagunaan sumber daya alam PSDAPC, pihaknya tetap akan membongkar kios tersebut karena melanggar aturan.

"Sudah diperingatkan tapi tidak diindahkan, pembangunan kios tersebut mengganggu irigasi sungai yang berada di belakang kios, perijinan juga tidak sampai ke provinsi karena hanya di kecamatan setempat," ujarnya di dalam Kantor Kecamatan Warungasem. (Tribunjateng/cetak/Bud)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved