Breaking News:

Pembangunan Pasar Kanjengan

Penyelesaian Pembangunan Pasar Kanjengan Bakal Molor

Penyelesaian Pembangunan Pasar Kanjengan Bakal Molor. Meskipun berdasar kontraknya, harus 100 persen.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
tribunjateng/m zainal arifin
Pelaksana proyek pembangunan pasar Kanjengan, Biyanto, memperkirakan hanya bisa menyelesaikan pembangunan pasar Kanjengan sekitar 85 persen hingga akhir Desember 2017 ini. Meskipun berdasar kontraknya, harus 100 persen. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaksana proyek pembangunan pasar Kanjengan, Biyanto, memperkirakan hanya bisa menyelesaikan pembangunan pasar Kanjengan sekitar 85 persen hingga akhir Desember 2017 ini. Meskipun berdasar kontraknya, harus 100 persen.

Biyanto menuturkan, pekerjaan molor karena terkendala hujan. Saat ini progres pekerjaan baru mencapai 7,42 persen dari yang seharusnya 7,47 persen.

"Kami terkendala hujan sehingga pekerjaan tidak maksimal. Perkiraan kami hanya bisa selesai 85 persen. Sisanya kami lanjutkan di Januari 2018," kata Biyanto saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Semarang, Rabu (15/11/2017).

Biyanto memaparkan, saat ini tahapan pekerjaan sampai pada pemasangan tiang pancang dengan sistem borephil yang menjadi dasar dari pembangunan fisik pasar. Terdapat 570 titik borephil yang dipasang nantinya.

"Targetnya dalam sehari bisa memasang 12 titik sehari. Namun karena hujan, hanya bisa memasang 8 borephil," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya juga sudah mengupayakan untuk mempercepat pembangunan sebagaimana saran dari Komisi B DPRD Kota Semarang. Yaitu dengan menambah 1 unit alat berat. Namun untuk menambah pekerja, belum bisa dilakukan karena harus tenaga profesional.

"Satu alat berat sudah datang dari kemarin. Sekarang kami pakai lima alat agar pemasangan borephil lebih cepat. Kalau nambah lagi, sudah tidak bisa karena ini sudah maksimal," ucapnya.

Terkait keterlambatan pekerjaan, Biyanto sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan. Pihaknya bersedia mengajukan adendum pekerjaan dan membayar denda atas keterlambatan tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved