Dinas Pendidikan Jateng Diminta Mereview Kurikulum SMK

Menurut Ganjar, review kurikulum tersebut sebagai tindaklanjut bahwa ternyata masih banyak lulusan SMK yang belum bisa diterima dunia industri

Dinas Pendidikan Jateng Diminta Mereview Kurikulum SMK
Tribun Jateng/M Nur Huda
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengisi Kuliah Umum di UTP Surakarta, Kamis (16/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, diminta melakukan review terhadap kurikulum SMK. Apakah kurikulumnya sudah sesuai dengan kebutuhan dunia industri ataukah belum. Agar, ketika siswa lulus sudah siap terjun ke dunia industri.

“Kami sudah sampaikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera mereview. Kumpulkan semua industri, tanyain mereka apa sebenarnya yang dibutuhkan. Knowledge seberapa, skil seberapa,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Kamis (16/11/2017).

Menurut Ganjar, review kurikulum tersebut sebagai tindaklanjut bahwa ternyata masih banyak lulusan  SMK yang belum bisa diterima dunia industri. Hal ini tentu dapat menambah daftar pengangguran di Jateng.

“Kalau kita ingin menyesuaikan kebutuhan di pasar maka saya mintakan, bisa nggak bekerjasama dengan industri, sehingga mereka ketika lulus sudah menjurus bahkan kita minta sistem diijon,” ungkapnya.

Dicontohkannya, di Cilacap ada satu perusahaan yang membuat power plain dan akan membuat SMK Pembangkit. Siswa secara khusus akan diajari tentang energi pembangkit.

“Nah, saya diminta untuk meresmikan, saya tertarik karena ini spesifik sekali,” ujarnya.

Cara lainnya, adalah pihak komite sekolah dapat mengusulkan ke pihak sekolah agar mewajibkan adanya kesiapan untuk siap masuk dunia industri. Semisal, ketika siswa naik ke kelas XII, maka dapat dijuruskan dan dunia industri bisa masuk.

Ia menilai, sejumlah SMK vokasi yang ada di Jateng, belum maksimal dalam menyiapkan lulusannya. Hal itu dibuktikan masih banyak industri-industri tertentu di Jateng yang masih butuh tenaga terampil.

“Misalnya SMK perhotelan, coba kita tanya sama hotel-hotel. Chief, services, front office itu sudah sesuai belum ya. Jika belum, apa yang dibutuhkan, maka yang belum itu didesainkan atau diredesainkan kurikulumnya agar sesuai dengan yang dimaui itu,” katanya.

(*)

Penulis: m nur huda
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved