Breaking News:

Paska Diseminarkan, Pleno Hasilkan Enam Rekomendasi

Rekomendasi tersebut didasarkan pada hasil musyarawarah belasan peserta yang di antaranya ada dari unsur pengawas, guru, akademis

Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Akademisi dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (FITK UIN) Walisongo Semarang Shodiq Abdullah memaparkan beberapa penjelasan dalam Seminar Hasil Penelitian Indeks Perilaku Beragama Siswa SMA Negeri di Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta, di Ruang Merbabu Laras Asri Spa and Resort Salatiga, Kamis (16/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Seusai seminar hasil penelitian Indeks Perilaku Beragama Siswa SMA Negeri di Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang dilaksanakan tim peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Agama Semarang, Kamis (16/11/2017) petang setidaknya menghasilkan enam point rekomendasi.

Rekomendasi tersebut didasarkan pada hasil musyarawarah belasan peserta yang di antaranya ada dari unsur pengawas, guru, akademisi, hingga pegawai Kementerian Agama (Kemenag) tingkat Kabupaten/Kota di Jateng maupun DIY Yogyakarta.

Dalam pleno pengumpulan rekomendasi tersebut dipimpin peneliti Balitbang Agama RI yang juga merupakan akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Shodiq Abdullah di Ruang Merbabu Laras Asri Resort and Spa Jalan Jenderal Sudirman Nomor 335 Kota Salatiga.

Beberapa rincian keenam rekomendasi yang disepakati dan dibacakan sebelum acara ditutup Kamis (16/11/2017) sekitar pukul 22.00 di Ballroom Merapi Laras Asri Resort and Spa tersebut yakni Kemenag serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara bersama-sama membuat kebijakan untuk pembinaan.

"Sekaligus dimaksudkan untuk penguatan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Budi Pekerti di tingkat sekolah menengah atas (SMA), tak terkecuali sekolah negeri di Jawa Tengah maupun DIY Yogyakarta," papar Shodiq.

Lalu, lanjutnya, pemerintah perlu segera untuk mengangkat guru PAI dan Budi Pekerti SMA sesuai kebutuhan sekolah. Kemenag dan Kemendikbud bersama-sama pula menyusun model pembelajaran PAI dan Budi Pekerti guna penguatan perilaku beragama siswa SMA.

"Keempat, calon pengawas yang sudah mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Calon Pengawas untuk segera diangkat menjadi pengawas. Itu dimaksudkan untuk dapat segera memenuhi daerah-daerah yang kekurangan tenaga pengawas," ucapnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (16/11/2017) petang.

Hal lain, tambahnya, masih dalam rekomendasi, Kemenag RI perlu juga memfasilitasi tersedianya Laboratorium PAI di sekolah serta yang tak kalah pentingnya juga, pemerintah seyogyanya untuk mulai memperhatikan sarana serta prasarana ibadah yang representatif di tiap sekolah.

"Apa yang telah diseminarkan dan diplenokan serta kemudian menghasilkan beberapa rekomendasi dari hasil penelitian tersebut, nantinya dapat dimanfaatkan publik," kata Kepala Kantor Balitbang Agama Semarang Koeswinarno.

Selain itu, tambahnya, juga dapat dijadikan tolak ukur pertimbangan Kemenag RI dalam menentukan berbagai kebijakan baik yang hendak dijalankan maupun yang sedang disusun di tingkat pusat. Apa yang saat ini telah serta sedang dilakukan pihaknya itu pun sesegera mungkin disampaikan kepada pihak Kemenag RI. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved