Bupati Semarang Bicara Oral Seks, Gejala dan Pencegahan Kanker Serviks

Bupati Semarang dr. Mundjirin SE, Sp.Og., menasihati ratusan aparatur sipil negara (ASN) terkait kanker serviks

Bupati Semarang Bicara Oral Seks, Gejala dan Pencegahan Kanker Serviks
tribunjateng/amanda
KANKER SERVIKS - Bupati Semarang dr. Mundjirin ES, Sp.Og yang juga dokter spesialis kandungan menyampaikan materi pada acara Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Melalui Tes IVA dan Sadanis di Gedung Wanita Kompleks Rumah Dinas Bupati Semarang pada Jumat (17/11) siang. 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Bupati Semarang yang berlatar belakang pendidikan dokter spesialis kandungan, dr. Mundjirin SE, Sp.Og., menasihati ratusan aparatur sipil negara (ASN).

Mundjirin menyampaikan nasihat kepada peserta acara Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Melalui Tes IVA dan Sadanis di Gedung Wanita Kompleks Rumah Dinas Bupati Semarang, Jumat (17/22/2017) siang.

Pada sesi penyampaian materi mengenai kanker leher rahim, ia menjelaskan tentang faktor risiko kanker leher rahim.

ILUSTRASI
ILUSTRASI (SHUTTERSTOCK)

Leher rahim atau serviks adalah bagian terendah dari uterus yang menonjol ke puncak vagina.

Wanita yang memiliki risiko kanker serviks ialah mereka yang menikah muda di usia kurang dari 20 tahun, memiliki mitra seksual lebih dari satu, infeksi penyakit seks menular, merokok, dan defisiensi atau kekurangan vitamin A, C, atau E.

Meski begitu, belum banyak yang mengetahui bahwa kanker serviks bukanlah penyakit keturunan.

Kanker serviks diyakini disebabkan oleh 99,7% Human Papiloma Virus (HPV) onkogenik.

Jenis HPV yang menjadi penyebab utama 70% kasus kanker serviks di dunia.

Data ini diperoleh dari Wallboomers, JH et al. J Pathol. 1990; 188; 12-9 dan Bosch FX et al. J Clin Pathol 2002; 54: 224-85.

Menanggapi rekomendasi DPRD Kabupaten Semarang terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD 2016 yang tidak layak dinilai, Bupati Semarang Mundjirin memiliki pembelaan.
Menanggapi rekomendasi DPRD Kabupaten Semarang terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD 2016 yang tidak layak dinilai, Bupati Semarang Mundjirin memiliki pembelaan. (tribunjateng/dok)

Selain faktor-faktor di atas, Mundjirin juga berpesan agar para wanita tak melakukan oral seks karena memiliki risiko kebersihan.

Cairan ludah, cairan penis, dan cairan vagina yang bercampur dan terpapar udara mengandung bakteri. Bakteri tersebut dapat memicu kanker serviks.

"Bakteri juga bisa datang dari wanita yang kurang higienis dalam membersihkan organ reproduksi, misalnya membilas tubuh setelah bersenggama atau menjaga vagina tetap kering," ujarnya.

Sementara itu, gejala kanker serviks yang dapat diperhatikan para wanita ialah adanya pendarahan pasca persenggamaan, keputihan yang kadang bercampur darah dan berbau, nyeri panggul, dan tidak dapat buang air kecil.

"Pada tahap dini atau lesi pra kanker, tidak menunjukkan gejala apapun. Lebih baik para wanita melakukan deteksi dini tanpa menunggu gejala," terangnya lagi.

Deteksi dini kanker serviks yang cepat dan mudah melalui IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat 3-5%). (*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved