Puluhan Tuna Netra Belajar Menyelamatkan Diri dari Kebakaran, Ini yang Mereka Pelajari

Atok Darmobroto mengatakan, pelatihan penyelamatan diri oleh disabilitas merupakan kali pertama digelar.

Puluhan Tuna Netra Belajar Menyelamatkan Diri dari Kebakaran, Ini yang Mereka Pelajari
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Para penyandang tuna netra saat mengikuti pelatihan penyelamatan diri di Panti Pelayanan Sosial Pendowo Kudus, Jumat (17/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sebanyak 44 warga penghuni Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Pendowo Kudus dilatih menyelamatakan diri saat musibah kebakaran, Jumat (17/11/2017).

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus, Atok Darmobroto mengatakan, pelatihan penyelamatan diri oleh disabilitas merupakan kali pertama digelar.

“Dalam pelatihan, kami menggunakan prosedur bagi warga normal, namun saudara kita penyandang tuna netra rupanya antusias,” kata Atok.

Baca: Tiba-Tiba Polres Kebumen Meminta Pegawai Pengadilan Negeri Lakukan Tes Urin dan Ini Hasilnya

Para penyandang tuna netra antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut.

Mereka mengikuti arahan dari Yulian, instruktur dari BPBD.

“Yang terpenting saat kebakarabn jangan panik. Langsung cari handuk kemudian dibasahi dan ditutupkan ke muka. Selanjutnya lari keluar ruangang untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Kepala Panti Pelayanan Sosial Pendowo Kudus, Candra Yuliawan mengatakan, pelatihan tersebut merupakan inisiasi dari pengajar panti.

Hal itu karena musibah kebakaran bisa menimpa siapa saja, tak terkecuali penyandang disabilitas.

“Bagi orang normal bisa segera menyelamatkan diri. Tapi bagi disabilitas itu butuh latihan khusus agar tidak panik karena keterbatasannya,” katanya.

Baca: Komunitas Fly To Sky Ajari Dasar-Dasar Olahraga Parkour, Ini Caranya

Dia mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bekal berharga bagi penyandang tuna netra saat kembali ke masyarakat.

Menurutnya, pelatihan serupa akan rutin digelar kepada penyandang disabilitas, agar mereka tidak panik saat menghadapi musibah kebakaran.

“Kami juga ajak mereka berenang di Jepara. ini merupakan permintaan mereka. Jadi mereka tahu apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat,” tandasnya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved