Saat Siswa SD Karangturi Terjun ke Dunia Riset, 88 Karya Inilah Hasilnya

Ketua yayasan karangturi Haryanto Halim sepertinya memahami keinginan sebagian besar anak-anak zaman sekarang.

Penulis: ponco wiyono | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
Kelompok siswa kelas 4B SD Karangturi memamerkan hasil karya ilmiah berupa mengubah warna bunga pada Science Fair SD Karangturi 2017, Jumat (17/11/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua yayasan karangturi Haryanto Halim sepertinya memahami keinginan sebagian besar anak-anak zaman sekarang.

Saat membuka Science fair SD Karangturi 2017 pada Jumat (17/11), Haryanto menyapa murid-murid dengan bertanya siapa di antara mereka yang ingin jadi YouTuber, sebutan bagi seniman audio visual yang mengandalkan aplikasi YouTube untuk berkarya.

"Kalau begitu jadi orang cerdas agar karyanya juga bisa diunggah di YouTube," demikian pesan pengusaha itu.

Science Fair SD Karangturi merupakan acara yang pertama kali digelar pada tahun lalu.

Baca: Isak Tangis Warnai Vonis Enam Bulan Penjara Sembilan Taruna Akpol, Ini Kata Orangtua Terdakwa

Kepala Departemen Sains Andreas Muri Iryanta mengatakan, tahun ini Science fair SD Karangturi lebih meriah karena melibatkan peserta dari sekolah lain, serta digelar bertepatan dengan perayaan hari jadai ke 88 Yayasan Karangturi.

"Oleh sebab itu kami gelar acara ini dengan pameran 88 hasil riset murid-murid sekolah dasar, baik dari SD Karangturi maupun dari enam SD mitra kami yang tersebar di Kota Semarang," katanya.

Menurut Andreas, riset sebanyak itu merupakan yang pertama kali digelar di Indonesia.

Sementara di luar negeri, masih menurut ia, sudah seringkali digelar bahkan dengan taraf internasional.

"Ada perusahaan komputer yang rutin menggelarnya untuk murid-murid SD di seluruh dunia. Ini yang perlu kita galakkan, memancing siswa di usia dini untuk berpikir kritis sebab dari pertanyaanlah sebuah riset dilakukan," jelasnya.

Pameran itu sendiri menampilkan aneka hasil penelitian yang disebut Andreas ditentukan oleh para siswa sendiri.

Baca: Begini Perlakuan Dinas Pendidikan Kendal untuk Siswa Penganut Aliran Kepercayaan

Ada yang meneliti cara mengubah warna bunga dengan merendam tangkai pada pewarna makanan, mengawertkan bunga dengan cairan gula, dan mengubah tenaga baterai agar menggerakkan kincir angin.

Seorang siswa kelas 4B, Juan Susilo, mengaku jika kreativitasnya turut berkembang karen gemblengan para guru dan serta seiring munculnya mata pelajaran baru yakni science explore.

Baca: Media Asing pun Bahas Setya Novanto Hingga Tagar #SaveTiangListrik

"Pelajaran disampaikan dalam Bahasa Inggris sehingga kami lebih mudah mengerti saat mencari data di internet untuk penelitian ini,' kata Juan yang bersama kelompoknya menemukan perubahan warna bunga krisan saat tangkainya dicelupkan dalam cairan pewarna makanan.

halim sendiri menyampaikan, para murid SD ini merupakan penentu arah masa depan bangsa Indonesia. Ia berharap, prediksi jika Indonesia mampu menembus empat besar ekonomi terkuat di dunia tetap terwujud jika para generasi penerus mampu melakukan inovasi-inovasi terbaik.

"Bangsa kita butuh anak-anak yang mampu berpikir kritis dan jika 10 tahun lagi mereka tumbuh sebagai anak pandai, mimimal kita bisa menjadi negara dengan ekonomi terkuat nomor enam di dunia dan nomor satu di Asia tenggara," beber Halim. (Ponco Wiyono)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved