Pengelolaan BST Koridor 4 Tidak Diberikan kepada Damri, Ini Alasannya
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo pastikan pengelola bus Batik Solo Trans (BST) koridor 4 bukanlah dari pihak Damri.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo pastikan pengelola bus Batik Solo Trans (BST) koridor 4 bukanlah dari pihak Damri.
Adapun sebagai ganti, Dishub Solo mengalihkan pengelolaannya ke pengelola lain, yakni PT Bengawan Solo Trans yang hingga saat ini telah mengelola BST Koridor 2 serta 3.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dishub Kota Solo, Hari Prihatno, Senin (20/11/2017).
Hari menjelaskan, satu alasan mendasar pengelolaan BST Koridor 4 yang memiliki rute Kartasura-Palur lewat Jalan Adi Soecipto itu kepada Damri, adalah karena ada permintaan subsidi dalam pengelolaannya.
"Jelas tidak mungkin memberikan subsidi. Maka akan kami alihkan pengelolaannya ke yang lain. Kemungkinan besar ke PT Bengawan Solo Trans," jelasnya.
Hari menilai, permintaan subsidi oleh Damri, sangat tidak mungkin diberikan Pemkot Solo.
Pasalnya Pemkot Solo tidak memiliki anggaran untuk subsidi pengelolaan koridor 4.
Selain itu, menurutnya selama ini baik Damri yang mengelola koridor 1 dan PT Bengawan Solo Trans yang mengelola koridor 2 dan 3 juga bisa beroperasi tanpa adanya subsidi.
"Mereka sudah bisa beroperasi tanpa subsidi, dengan keuntungan yang didapatkannya dari penumpang," ujarnya.
Selain membatalkan kerjasama dengan Damri, ia menjelaskan, Pemkot Solo juga berencana mencabut pengelolaan BST koridor 1 dari Damri.
Hal ini, ujarnya, karena Damri dituding sudah melakukan pelanggaran aturan dengan mengubah atau memodifikasi armada BST menjadi bus pariwisata.
Hari menambahkan BST koridor 4 ini diharapkan bisa beroperasi secepatnya.
"Untuk busnya sudah ada di terminal Tirtonadi, Solo, sebanyak 13 bus dan telah siap. Kami berharap pada awal tahun depan sudah dapat beroperasi," jelas Hari. (*)