Pondok Modern Selamat Wakili Kendal Lomba Tari Tradisional Jawa di Tingkat Jawa Tengah

Mereka akan mewakili kabupaten Kendal dalam ajang perlombaan tari tradisional di tingkat provinsi Jawa Tengah.

Pondok Modern Selamat Wakili Kendal Lomba Tari Tradisional Jawa di Tingkat Jawa Tengah
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Agus Rifai berikan penghargaan kepada siswa pondok pesantren modern selamat 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Kendal memberikan penghargaan kepada para siswa Pondok modern Selamat pada Senin (20/11/2017).

Mereka akan mewakili kabupaten Kendal dalam ajang perlombaan tari tradisional di tingkat provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, para siswa Pondok Pesantren Modern Selamat ini telah sukses menyabet juara satu lomba tari tradisional jawa tengah tingkat kabupaten beberapa waktu yang lalu.

Agus Rifai, Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal mengatakan sistem pendidikan yang diterapkan oleh Pondok itu sangat baik.

Baca: Siap-siap! Pemilik Knalpot Brong Bakal Langsung Ditilang Dalam 2 Minggu ke Depan

Sehingga para siswa menjadi nyaman saat kegiatan belajar mengajar.

" Prestasi-prestasi ini patut dicontoh oleh para sekolah lain. Apalagi yang berprestasi ini merupakan siswa luar jawa," ujarnya.

Alif Setiawan, pimpinan pondok pesantren modern selamat ini tidak dapat menyembunyikan kebanggaannya kepada para siswanya.

Baca: Penjualan Properti Kelas Menengah Atas Masih Lesu

Ia menuturkan akan mendorong para siswanya agar dapat berprestasi tak hanya di tingkat kabupaten namun di tingkat nasional dan internasional.

" Tahun 2017 ini sudah ada 65 siswa SMP dan SMA Pondok Pesantren modern Selamat yang meraih prestasi, namun rinciannya saya sendiri sampai tidak hafal,"kata Alif.

Baca: Saat Ganjar Pranowo Terpukau Anak-anak Disablitis Peserta Borobudur Marathon 2017

Satu siswi Pondok Pesantren Modern Selamat, Astuti rahayu menjelaskan saat perlombaan, ia dan kelompoknya membawakan tarian prajurit Mataram.

" Awalnya sulit menarikan tarian karena gerakannya sangat lembut, namun karena tekun sekarang jadi mudah," ujar siswi asal Papua itu. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved