NGERI! Drone, Gitar, dan Rokok Dibakar di Tegal, Ternyata Karena Ini

Bea Cukai Tegal menggelar pemusnahan barang bukti penindakan yang telah menjadi Barang Milik Negara (BMN)

NGERI! Drone, Gitar, dan Rokok Dibakar di Tegal, Ternyata Karena Ini
mamdukh adi priyanto
Pembakaran barang sitaan bea cukai 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL -- Bea Cukai Tegal menggelar pemusnahan barang bukti penindakan yang telah menjadi Barang Milik Negara (BMN), di halaman kantor Bea Cukai Tegal, Selasa (21/11/2017).

Pemusnahan merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan operasi pasar, patroli darat, dan berbagai penindakan di bidang kepabeanan periode 2016 sampai dengan 2017.

"Yang dimusnahkan yakni barang kena cukai ilegal, seperti rokok, minuman beralkohol, dan tembakau iris, serta barang kiriman pos," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tegal, Bambang Wikarsono.

Barang dimusnahkan antara lain 1.254 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dengan berbagai merek, 74.463 batang rokok ilegal, serta 45.410 gram tembakau iris ilegal.

Untuk rokok ilegal, kata dia, ditemukan di beberapa daerah di eks Karesidenan Pekalongan atau dari Brebes hingga Batang.

"Kebanyakan ditemukan di gudang distributor. Kalau produsen rokok ilegal itu dari daerah lain," terangnya.

Sedangkan barang yang ditegahkan kiriman pos antara lain satu unit kerangka sepeda, dua unit CCTV, satu unit handphone, satu drone, satu gitar, satu dus flashdisk, berbagai jenis pakaian, mainan anak, dan kosmetik serta barang lainnya.

Nilai barang yang dimusnahkan tersebut sekitar Rp 260 juta. Sedangkan nilai potensi kerugian negara sekitar Rp 169 juta.

"Operasi di bidang cukai ini, bertujuan menurunkan dan menekan tingkat peredaran barang kena cukai ilegal, serta meningkatkan kepatuhan pengusaha cukai," tegas Bambang.

Sehingga, memberikan situasi kondusif terhadap peredaran barang kena cukai yang telah memenuhi ketentuan di bidang cukai dan berdampak pada kenaikan penerimaan cukai.

Ia mengimbau kepada semua lapisan masyarakat atau pengguna jasa, agar lebih mengetahui serta peduli terhadap aturan dan ketentuan pemasukan barang impor.(*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved