Breaking News:

Satpol PP Kota Semarang Angkut 20 Beton Bekas PJM, Ini Alasannya

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bersama Satpol PP membongkar Penyambung Jalan Masuk (PJM) di Jalan Raya Kaligawe pada (21/11/2017).

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Beton PJM diangkut satpol pp 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bersama Satpol PP membongkar total Penyambung Jalan Masuk (PJM) di Jalan Raya Kaligawe Kota Semarang pada (21/11/2017).

Penyambung jalan masuk ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara jalan raya dengan tanah tepi jalan lantaran terdapat sungai Kaligawe.

Namun, PJM ini tidak mengikuti aturan batas tinggi dan membuat penyumbatan sampah.

 Ditambah, PJM ini tidak memiliki ijin pembangunan dari pihak yang belum jelas dari mana.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto mengatakan hal ini harus dilakukan dengan cepat karena bisa menyebabkan meluapnya air di sungai Kaligawe.

"Ini suatu bentuk antisipasi kami menghadapi musim penghujan yang rawan banjir," ujarnya.

Terlihat juga 20 beton tiang panjang yang sebelumnya disiapkan pemilik proyek, namun masih dibiarkan dan diletakkan di trotoar.

Setelah pembongkaran selesai, mereka berencana mengangkut 20 beton tiang panjang tersebut untuk dibawa ke Balai Kota Semarang.

Pembongkaran tersebut menggunakan backhoe untuk menghancurkan rangka PJM.

Sedangkan pengangkutan 20 beton tiang panjang itu membutuhkan sebuah truk kontainer.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved