Banjir Bandang Semarang
Dramatis! Inilah Kisah Nenek yang Selamat dari Terjangan Banjir Bandang di Semarang
Saat kejadian, ia merasa takut karena dirinya sedang sendirian saat berada di dalam rumah.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jebolnya tanggul sungai kaliberingin di Jalan Kauman RT 02 RW 03 Mangkang Wetan, Tugu, Kota Semarang pada Rabu (22/11/2017) kemaren membuat puluhan rumah warga terendam.
Tak satu pun rumah warga yang terhanyut akibat banjir.
Ratusan personel dari Tim Gabungan membantu dan membersihkan area lokasi dari genangan lumpur Pada Kamis (23/11/2017) pagi.
Meski begitu, ada kisah di balik banjir bandang tersebut.
Kisah itu datang dari seorang ibu yang sudah berumur kepala enam.
Yah sebut saja nama lengkapnya Japinah (64). Dia adalah satu di antara warga sekitar yang rumahnya diterjang banjir.
Sedalam satu meter, air merendam rumah milik Japinah hingga masuk melewati jendela.
Saat kejadian, ia merasa takut karena dirinya sedang sendirian saat berada di dalam rumah.
"Saya takut, saudara dan keluarga saya pada saat kejadian tidak ada di rumah. Saya waktu itu benar-benar takut," ungkapnya membatin kepada Tribunjateng.com, Kamis (23/11/2017).
Japinah bisa menyelamatkan diri karena berusaha keluar dari rumahnya yang terendam banjir.
Beberapa warga pun saat itu menolongnya keluar dari rumah.
Dia merasa cukup syok dengan kejadian itu. Semalaman pun ia tidak tidur karena kepikiran.
"Saya pernah ngalamin tahun 2010 di lokasi ini juga. Saya takut karena di rumah kosong. Untung keluarga datang saat menjelang isya dan warga sekitar pun ikut menolong saya," katanya dengan mata berkaca-kaca.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/banjir-bandang-semarang_20171123_124120.jpg)