LAZ Nurul Barqi PT Indonesia Power, LAZNAS, dan IZI Gelar Pengobatan Gratis di Tambaklorok Semarang

LAZ Nurul Barqi PT Indonesia Power, LAZNAS, dan IZI Perwakilan Jawa Tengah menyelenggarakan Layanan Kesehatan Keliling

LAZ Nurul Barqi PT Indonesia Power, LAZNAS, dan IZI Gelar Pengobatan Gratis di Tambaklorok Semarang
ISTIMEWA
Warga Tambaklorok mengikuti pengobatan gratis yang diselenggarakan berbagai lembaga zakat, Rabu (22/11/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nurul Barqi PT Indonesia Power, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS), dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Jawa Tengah menyelenggarakan Layanan Kesehatan Keliling di Masjid Solaha, Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/11/2017) lalu.

Kepala Kantor Perwakilan IZI Jateng, Djoko Adhi dalam keterangan persnya menjelaskan menjadi sehat adalah impian dan hak semua orang.

"Tidak semua orang dapat mengakses kesehatan dengan mudah, sebagai contoh, seseorang yang sudah lanjut usia tentu akan sulit jika harus berobat sendirian ke rumah sakit atau puskesmas yang tidak selalu dekat dan berbagai masalah lain, baik berkaitan dengan teknis maupun biaya," tulis Djoko seperti dikutip dalam press rilis yang dikirim ke Tribun, Kamis (23/11/2017).

Sebanyak 179 orang dewasa dan 58 untuk balita tercatat mendapatkan pengobatan gratis hari itu. Total ada 6 RT yang dijangkau kegiatan tersebut dimana setiap rukun terdiri dari 60 keluarga.

Kawasan yang terbilang cukup padat ini terdiri dari enam RT yang masing-masing dihuni oleh 60 keluarga.

Perwakilan dari LAZ Nurul Barqi PT Indonsia Power, Sukendar berharap dengan kegiatan itu hubungan yang terjalin antara perusahaannya dengan masyarakat Tambaklorok semakin harmonis.

"Kegiatan ini adalah bentuk interaksi dan sebuah itikad baik untuk bersama-sama menjaga kesehatan," imbuh Sukendar

Sementara itu, Tamriah (70) terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Ia mengaku sering sakit di bagian paha, jadi ia berharap setelah minum obat, sakitnya akan segera mereda.

Petugas yang terdiri dari kader posyandu setempat, dokter, perawat, dan apoteker sendiri sempat kewalahan karena jumlah warga yang memeriksakan kesehatan ternyata melebihi target.

“Seneng ada pengobatan deket rumah gratis, saya tidak perlu ke puskesmas yang cukup jauh dari kampung, karena harus melewati jalan besar.” ungkap Tamirah.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved