Dari Rutan Solo, Andang Kendalikan Ekstasi Jaringan Internasional.Temuan Polisi di Sel Mengejutkan

Lebih lanjut ia menambahkan, selanjutnya Andang akan dipinjam Bareskrim Polri untuk pengembangan kasus tersebut

Dari Rutan Solo, Andang Kendalikan Ekstasi Jaringan Internasional.Temuan Polisi di Sel Mengejutkan
Tribun Jateng/akbar hari murti
Urip Dharma Yoga 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Bareskrim Polri berhasil ungkap sindikat peredaran ekstasi jaringan internasional Belanda - Indonesia sebanyak 120 bungkus, atau 600 ribu butir.

Dalam penangkapan tersebut, awalnya polisi mengamankan 4 pelaku, Dadang, Waluyo, Randy Yuliansyah, Handayana Elkar Manik, 8 November lalu.

Atas keterangan keempatnya, mereka mengaku bahwa peredaran dikendalikan oleh Andang Anggara, Napi Rutan Kelas 1 A Surakarta, dan Sonny Sasmita, alias Obes, napi Narapidana Tingkat 1 Gunung Sindur Bogor.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Solo, Urip Dharma Yoga, menjelaskan, Andang adalah warga binaannya.

Menurutnya Andang Anggara masih menghuni kamar blok C2 Rutan Solo.

Di blok tersebut, jelasnya, ada 62 tahanan residivis kasus narkoba dan kriminal.

Pihaknya sudah dua kali melakukan penggeledahan di kamar tersebut.

"10 November lalu, Bareskrim Polri menyurati kami, ingin memeriksa Andang. Kami sudah mengambil tindakan dengan menggeledah kamar C2.

Kami menemukan sebuah handphone.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved