Pilkada Kudus

Alasan Akhwan Maju Sebagai Calon Independen

Pasangan Akhwan - Hadi Sucipto (AKHI) memilih jalur independen dalam maju sebagai kontestan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018 mendatang.

Alasan Akhwan Maju Sebagai Calon Independen
Rifqi Gozali
Pasangan Akhwan - Hadi Sucipto (AKHI) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pasangan Akhwan - Hadi Sucipto (AKHI) memilih jalur independen dalam maju sebagai kontestan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018 mendatang.

Padahal Akhwan merupakan Ketua DPC Nasdem Kudus. Sementara Hadi Sucipto merupakan mantan birokrat yang jabatan terakhirnya sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kudus.

Akhwan mengatakan, alasan dirinya maju dari jalur independen yakni berdasarkan tagline dari Nasdem 'Restorasi Indonesia'. Yang mana maksud dari tagline tersebut yakni perubahan Indonesia.

"Orang partai tidak melulu harus melalui jalur partai. Stigma oleh masyarakat terhadap partai juga masih buruk. Ini yang kami maksud sebagai perubahan," kata Akhwan.

Selain itu, tambahnya, calon dari partai politik juga selaku identik dengan politik transaksi. Hal itu yang dia coba hindari.

"Jalur independen biayanya juga lebih murah ketimbang melalui partai," tanbahnya.

Sementara Setyo Maharso, Ketua DPW Nasdem Jawa Tengah mengatakan, meski maju dari jalur perseorangan, partai Nasdem siap mendampingi pasangan AKHI.

"Maju dari perseorangan juga bagian dari memaksimalkan kinerja mesin partai sampai ke tingkat paling bawah," katanya.

Dia mengaku, majunya Akhwan melalui jalur independen tidak ada persoalan di internal partai.

"Calon kan tidak harus dari partai. Dari perseorangan juga bisa," tandasnya.

Diketahui, pasangan Akhwan dan Hadi Sucipto maju sebagai calon independen telah mendaftar ke KPU Kudus, Senin (27/11/2017).

Ribuan pendukung dan simpatisan pun ikut menyertai kedatangan pasangan dukungannya. Tak lupa, berkas dukungan sebayak 68.421 yang berada di dalam 67 boks menjadi bukti dan sarat maju sebagai calon.

"Berkas (dukungan) sebanyak itu tersebar di seluruh desa, kelurahan, dan kecamatan di Kudus. Jadi sudah melebihi batas minimal yang mana persebarannya minimal ada di lima kecamatan," kata Akhwan. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved