Breaking News:

Ratusan Buruh di Kota Pekalongan Tuntut Revisi UMK

Ari Supriyono mengatakan, UMK Kota Pekalongan harus di revisi karena tidak sesuai dengan kemauan para buruh.

Penulis: budi susanto | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Demo buruh tuntut revisi UMK 2018 di depan Monumen Joeang 45 Pekalongan, Senin (27/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM,PEKALONGAN - Ratusan buruh lakukan demonstrasi untuk menolak politik upah murah di depan Monumen Joeang 45 Pekalongan, Senin (27/11/2017).

Selain menolak politik upah murah, mereka menuntut agar UMK Kota Pekalongan direvisi.

Satu di antara peserta aksi Ari Supriyono mengatakan, UMK Kota Pekalongan harus di revisi karena tidak sesuai dengan kemauan para buruh.

"Kami beberapa kali berdialog dengan Wali Kota pekalongan terkait penetapan UMK, namun rekomendasi Wali Kota Pekalongan tetap saja di bawah rata-rata yang sudah disepakati," ujarnya.

Baca: Hobi Mancing? Datang Saja ke Waduk Jatibarang, Cukup Bayar Segini

Ditambahkanya dialog yang dilakukan telah menyepakati UMK Rp 1,988 juta.

"Dari bulan Oktober lalu kami sudah sepakat UMK Kota Pekalongan Rp 1,988 juta, tapi rekomendasi Wali Kota ke Gubernur Rp 1,765 juta," terangnya.

Baca: Bermodal Spontan, Begini Cara Andri Curi Laptop di Rumah Kos Para Mahasiswa Unnes

Ari menyampaikan hal tersebut tidak membuat buruh sejahtera tapi mempermiskin para buruh.

"Pasti ada yang salah, dan kami ingin memberi tahu kepada walikota agar merevisi UMK tahun depan," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved