PSIS Semarang

Sartono Anwar: Mental PSIS Sudah Matang

Sartono Anwar: Sebagai tim berpengalaman, sudah saatnya PSIS Semarang tampil di kasta tertinggi sepakbola tanah air.

Sartono Anwar: Mental PSIS Sudah Matang
TRIBUNNEWS.COM
PSIS Semarang sukses memastikan diri meraih tiket ke Liga 1 musim 2018 setelah berjuang mati-matian menghadapi Martapura FC, dalam perebutan posisi ketiga Liga 2, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (28/11). PSIS menang secara dramatis dengan skor akhir 6-4. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebagai tim berpengalaman, memang sudah saatnya PSIS Semarang tampil di kasta tertinggi sepakbola tanah air.

Menurut Sartono Anwar, pengamat Sepakbola, Sempat tenar di era perserikatan, dan banyak menyumbang pemain timnas, PSIS butuh waktu panjang hingga akhirnya di musim ini mereka promosi ke Liga 1 ditemani suadara tua, PSMS serta Persebaya.

Meski hanya berstatus juara tiga di Liga 2, capaian tersebut dirasa telah sesuai dengan apa yang menjadi target menajemen sedari awal, yakni promosi. Saya pribadi cukup bangga dengan penampilan PSIS musim ini.

Sartono Anwar Dirikan Akademi Sepakbola di Kabupaten Semarang
Sartono Anwar Pengamat Sepakbola

Pada pertandingan terakhir terlihat semua pemain tampil sangat agresif, dan menjalankan intruksi pelatih sesuai kebutuhan tim yaitu tim butuh permainan ngotot dan tidak kenal lelah.

Sempat berulang kali tertinggal, PSIS Semarang akhirnya bisa memenangkan pertandingan dengan skor akhir 6-4. Kondisi tersebut menandakan kematangan mental pemain sudah sangat bagus. Mereka tidak kenal lelah apalagi putus asa untuk mengejar ketertinggalan.

Tidak hanya soal permainan solid, suasana di luar lapangan pun demikian. Kita lihat bagaimana suporter, manajemen hingga pemerintahan semuanya menyatu mendukung PSIS.

Ini kenapa saya bilang tim ini memang sudah saatnya tampil di Liga 1. Warga Semarang juga sepertinya sudah rindu dan tidak sabar melihat tim mereka kembali berjaya di pesepakbolaan tanah air.

Namun catatannya, PSIS tentu tidak boleh terlena dan terbuai dengan capaian ini. Anggaplah ini baru awal perjalanan dan bukan akhir. Tampil di Liga 1 butuh persiapan yang jauh lebih matang. Utamanya adalah soal materi pemain.

Menurut saya, tidak semua pemain yang kini bergabung bisa dipakai. Harus ada evaluasi siapa saja pemain yang pantas tampil di Liga 1 karena ini berkaitan dengan kualitas agar tidak kalah bersiang dengan tim-tim lain.

Selain mencari pemain yang lebih berkualitas, kemungkinan PSIS juga melakukan penambahan mencari pemain asing yang otomatis membuat anggaran membengkak. Belum lagi mereka mesti bertanding away ke luar provinsi yang tentunya butuh dana yang tidak sedikit.

Intinya bermain di liga 1 membutuhkan kerjakeras, tidak hanya financial namun pemikiran juga lebih ekstra. Ditambah kesiapan venue atau home base juga mesti segera difikirkan mengingat saat ini stadion Jatidiri masih tahap renovasi dan belum bisa digunakan.

Stadiun Citarum saya rasa tidak layak. Mereka harus mencari alternatif venue lain yang lokasinya masih dekat dengan Semarang dan tidak menyulitkan penonton atau suporter untuk hadir.

Saran saya, untuk Liga 1 persiapkanlah yang cukup. Minimal untuk menyiapkan komposisi pemain butuh waktu tiga bulan. Manajemen mesti segera mencari sponsor untuk mencukupi kebutuhan tim selama berkompetisi di Liga 1.

Kalau itu semua bisa diatasi maka bukan tidak mungkin PSIS akan kembali berjaya di persepakbolaan tanah air. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada PSIS Semarang. (tribunjateng/cetak/wan)

Penulis: hermawan Endra
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved