Banyaknya Boneka Seks Buat Akademisi Peringatkan Adanya Fenomena Digiseksual, Apa Itu?

seorang akademisi mengingatkan tentang munculnya fenomena yang disebut dengan “digiseksual” ini.

Banyaknya Boneka Seks Buat Akademisi Peringatkan Adanya Fenomena Digiseksual, Apa Itu?
April, boneka latex setinggi 153 centimeter ini, tak hanya memenuhi kebutuhan seks James hingga empat kali seminggu, tapi juga menjadi teman kencan saat makan malam.(CHANNEL 4) 

TRIBUNJATENG.COM - Kegilaan terhadap robot seks akan menyebabkan semakin banyaknya manusia—khususnya laki-laki—yang mau berhubungan seksual hanya dengan boneka.

Begitulah seorang akademisi mengingatkan tentang munculnya fenomena yang disebut dengan “digiseksual” ini.

Peringatan itu muncul setelah sebuah penelitian meneliti tentang meningkatnya jumlah pengguna boneka seks—termasuk terhadap sebuah rumah bordil pertama yang mempekerjakan boneka seks sebagai pekerjanya.

Penelitian itu juga didukung oleh semakin masifnya perusahaan yang mengembangkan boneka seks berteknologi tinggi dengan kulit silikon, punya kemampuan menggoda, dan mensimulasikan orgasme.

Baca: Dahsyatnya Khasiat Bawang Putih Hingga Seperti Ini

“Psikoterapis harus dipersiapkan karena akan lebih banyak klien yang punya kecenderungan digiseksual ini,” tulis sebuah laporan yang digagas oleh Neil McARthur dan Markie Twist dari University of Manitoba.

Mandiin Boneka Seks
Mandiin Boneka Seks (Getty Images)

James (58) menjadi salah satu sosok yang begitu tergila-gila dengan boneka seks.

Kegilaannya ini bahkan sudah mendapat “restu” dari sang istri yang memang lebih memilih merawat ibunya yang sedang sakit.

“Jika ia benar-benar menginginkannya (seks) sebenarnya ia bisa keluar dan menemukan orang lain. Tapi ia tak melakukannya, dan itu benar menurutku,” ujar sang istri.

Baca: Netizen Ini Sempat Bertemu Bondan Winarno Sebelum Meninggal, Kondisinya Seperti Ini

Halaman
12
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved