LIPUTAN KHUSUS

Duduk Tenang Pegang Gadget Sehari Bisa Dapat Rp 200 ribu

Duduk Tenang Pegang Gadget Sehari Bisa Dapat Rp 200 ribu. Menurutnya, pasar saham merupakan tempat investasi menawarkan keuntungan besar

Duduk Tenang Pegang Gadget Sehari Bisa Dapat Rp 200 ribu
tribunjateng/dok
Pasar saham merupakan tempat investasi menarik karena menawarkan keuntungan lebih tinggi dari bunga deposito bank dalam waktu yang singkat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Keuntungan yang didapat dari main saham juga dirasakan Brillian Filsa Faisal (20).

Menurutnya, pasar saham merupakan tempat investasi menarik karena menawarkan keuntungan lebih tinggi dari bunga deposito bank dalam waktu yang singkat.

Dalam dunia saham, mahasiswa Semester III FEB Undip ini merupakan pemain baru. Ia baru tercatat sebagai investor di bursa efek terhitung mulai Februari 2017. Namun, hanya dalam waktu singkat ia sudah bisa mendapatkan keuntungan dari investasi yang ditanamkan.

"Alasan saya main saham karena kebutuhan investasi sejak dini sangat diperlukan agar di masa yang akan datang mendapatkan hasil dari saham tersebut. Return (keuntungan) dari saham lebih dari bunga tabungan deposito," kata pria warga Jalan Mars 2 H 33 Jangli Permai, Semarang ini.

Brili, demikian sapaan akrabnya, ingat betul awal mula merambah dunia saham. Sekuritas pertamanya dulu Minna Padi Sekuritas, dan yang kedua dirinya membuka akun lagi di Danareksa sekuritas.

Biaya waktu buka akun hanya Rp 100 ribu per akun namun setelah dirinya benar-benar berkomitmen di saham, Brili menambah modal Rp 10 juta. Lalu berapa besar return atau keuntungan yang didapatnya kini?

Dalam sehari ia kira-kira bisa meraup Rp 50 ribu-200 ribu. Bahkan pengalamannya pernah menembus angka Rp 1,4 juta hanya dalam waktu 10 hari.

"Pernah juga gagal Rp 200 ribu waktu beli saham Wika. Tapi kegagalannya 10 persen mas, 90 persen berhasil, kadang dua hari dapat Rp 500 ribu," imbuhnya, Rabu (29/11).

Pertama kali terjun ke pasar saham diakuinya susah-susah gampang. Waktu awal kendalanya di mental saja. Apakah berani untuk melepas uang dan menahan uang itu. Namun jika tekun belajar maka tingkat risiko bisa diminimalisir.

"Dari nol saya belajar saham, untuk sistem belajarnya saya ada wadah yaitu KSPM (kelompok studi pasar modal) di FEB Undip. Di sana saya diajarkan tiap minggu belajar saham dan ada kelas kompetisi di sana serta belajar otodidak dari buku dan dari ilmu teman yang sudah expert (pengalaman) di pasar modal juga," pungkasnya. (tribunjateng/cetak/lipsus).

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved