Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Penjelasan KAI Kenapa Kereta Tertahan di Stasiun Tawang Semarang

Ia menyebutkan, lokomotif kereta elektrik sebenarnya masih bisa melewati banjir dengan ketinggian 12 cm

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
tribunjateng/m zainal arifin
Petugas KAI melakukan pengukuran ketinggian air yang merendam rel sebelum kereta api jenis Kereta Rel Diesel (KRD) atau kereta Yuyu Kangkang, melintasi genangan banjir di Kaligawe, Semarang, Jumat (1/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah kereta api yang melintasi jalur rel Kaligawe Kota Semarang tertahan di Stasiun Tawang, Jumat (1/12/2017). Hal itu disebabkan rel Kaligawe terendam banjir setinggi 13 cm.

CDD Rolling Stock KAI kantor pusat, Eko Purwanto menjelaskan, kereta api lokomotif elektrik hanya mampu melewati genangan air maksimal 15 cm. Jika lebih dari itu, dipastikan kereta akan macet tidak bisa bergerak karena jaringan listrik di bawah rel terlalu dalam.

"Ini kenapa genangan banjir baru 13 cm tapi tetap tidak berani lewat? Karena kalau dipaksakan terlalu beresiko," kata Eko, saat meninjau lokasi rel yang terendam banjir di Kaligawe, Kota Semarang.

Ia menyebutkan, lokomotif kereta elektrik sebenarnya masih bisa melewati banjir dengan ketinggian 12 cm. Hanya saja, kecepatan kereta harus 5 km/ jam.

Beberapa perjalanan kereta yang tertahan di Stasiun Tawang, kemudian penumpangnya dinaikan menggunakan rangkaian lokomotif kereta rel diesel (KRD). Jenis kereta ini lebih aman dibanding kereta elektrik.

"Kalau KRD masih mampu menembus banjir dengan ketinggian maksimal 20 cm," jelasnya.

Di wilayah KAI DAOP IV Semarang, saat ini memiliki satu rangkaian lokomotif KRD. Sehingga, penumpang yang tertahan dapat diseberangkan dari stasiun Tawang menuju Stasiun Alastua.

"Tadi ketinggian banjir sampat mencapai 18 cm. Sehingga semua kereta saat itu tidak bisa lewat karena batas maksimal kereta elektrik hanya 15 cm," ucapnya.

Rangkaian KRD tersebut awalnya sebenarnya berada di Cepu. Karena ada ganguan banjir di Kaligawe dan Alastua, KRD tersebut dibawa ke Semarang dan disiagakan di Stasiun Tawang.

"Sehingga kalau ada kondisi banjir seperti ini, lalu lintas kereta tidak terganggu dan karena KRD bisa untuk penanganan antar jemput melewati rel yang terendam banjir," paparnya. 

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved