Cuaca Ekstrem

Dampak Banjir di Jateng, Belasan Hektare Tanaman Petani Gagal Panen

Dampak Banjir di Jateng, Belasan Hektare Tanaman Petani Gagal Panen, yang tersebar di beberapa kabupaten

Dampak Banjir di Jateng, Belasan Hektare Tanaman Petani Gagal Panen
facebooker
Dampak Banjir di Jateng, Belasan Hektare Tanaman Petani Gagal Panen, yang tersebar di beberapa kabupaten 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dampak cuaca buruk yang terjadi di awal musim hujan tahun ini, yakni sepanjang November 2017, membuat lahan pertanian seluas 13.182,5 hektare di Jawa Tengah terancam gagal panen.

Data yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng, sejumlah 13.182,5 hektare itu tersebar di sejumlah kabupaten.

Antara lain di Kabupaten Wonogiri, Sragen, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Cilacap, Grobogan, dan Demak.

Lahan persawahan yang tergenang air di Desa Wonokerto Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.
Lahan persawahan yang tergenang air di Desa Wonokerto Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. (Tribun Jateng/Rival Almanaf)

Sedangkan komoditas tanaman yang ada pada lahan seluas itu, antaralain berupa tanaman padi, semai padi, jagung, bawang merah, kacang panjang, terong, kacang tanah, papaya, cabai, dan ketela.

Kepala Distanbun Jateng, Yuni Astuti mengutarakan, bahwa komoditas paling banyak terdampak banjir adalah padi. Paling banyak ada di Kabupaten Wonogiri disusul Kabupaten Sragen. Luasannya masing-masing mencapai ribuan hektar.

Untuk padi totalnya ada 12.865,6 hektare, semai padi ada 197.02 hektare, jagung ada 51 hektare, bawang merah ada 1,5 hektare, kacang panjang 6 hektare, terong 2 hektare, kacang tanah 5 hektare, papaya 15 hektare, cabai 2 hektare, dan ketela 38 hektare.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved