Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penderita HIV/AIDS di Tegal Kebanyakan Seorang WPS dan LSL, Siapa Mereka?

Kebanyakan Terkadang penderita HIV dan AIDS ini adalah korban di antaranya Ibu rumah tangga.

Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Tampak para tamu undangan beserta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Tegal rayakan Hari HIV dan AIDS sedunia dengan mengadakan cek darah, Minggu (3/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL -Penderita HIV dan AIDS di Kota Tegal kebanyakan adalah dari Wanita Pekerja Seks (WPS), sedangkan di urutan kedua adalah Lelaki Suka Lelaki (LSL/Homo).

Kebanyakan Terkadang penderita HIV dan AIDS ini adalah korban di antaranya  Ibu rumah tangga.

"Mereka tidak tahu jika suaminya di luar rumah suka jajan, ya jadi ini yang rentan menjadi korban adalah ibu rumah tangga," tutur Plt Kepala Dinas Kesehatan, Suhardjo, kepada para hadirin, Minggu (3/12/2017).

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, seperti mitra dinas kesehatan, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Tegal, serta puskesmas-puskemas se-Kota Tegal.

Sebenarnya di hari peringatan HIV dan AIDS ini, Dinas Kesehatan Kota Tegal juga mengundang Plt Walikota Tegal, Nursholeh. Namun ia tidak bisa hadir karena ada acara di luar kota.

Suhardjo berharap masyarakat tidak boleh mengucilkan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). "Justru harus kita rangkul dan diajak untuk berobat," ujarnya.

Hadir pula Venti, Ketua Waria Se-Kota Tegal

Ia mengatakan jika waria di Kota Tegal sudah paham arti kesehatan dan ini merupakan hal yang baik.

"Kita bisa mandiri, " begitu kata Venti kepada Tribunjateng.com.

Ini merupakan langkah baik pemerintah untuk menyadarkan masyarakat demi pencegahan dini HIV dan AIDS.

Mengenai hasil terbanyak yang terkena HIV adalah WPS, tentu membuat pemerintah semakin giat menyadarkan pengidap HIV untuk mengonsumsi obat dan peduli terhadap gaya hidup.

"Penyakit ini bukan hal yang perlu ditakuti," begitu tutur Khusnul Hidayah, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tegal kepada Tribunjateng.com.

Ini merupakan progam pemerintah untuk mengajak masyarakat sadar periksa darah.

Semakin dini diketahui semakin baik, sebab penderita harus mengonsumsi oba.

Dari data penderita HIV dan AIDS dari Dinas Kesehatan Kota Tegal, pengidap bisa saja korban.

Itulah yang menjadi salah satu alasan pemerintah Kota Tegal untuk sosialisasi dan ajak warga periksa darah.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved