LAGI, Kantor KPP Bea Cukai Kudus Tangkap Truk Muat Rokok Ilegal, Jumlahnya Mencengangkan

Sebanyak 960.000 batang rokok ilegal diamankan oleh Kantor Palayanan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus.

LAGI, Kantor KPP Bea Cukai Kudus Tangkap Truk Muat Rokok Ilegal, Jumlahnya Mencengangkan
tribunjateng/Rifqi Gozali
ROKOK ILEGAL - Imam Prayitno, Kepala KPPBC Kudus dan Dwi Prasetyo Rini Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Kudus saat menunjukkan barang bukti berupa rokok ilegal Senin (14/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sebanyak 960.000 batang rokok ilegal diamankan oleh Kantor Palayanan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus.

Imam Prayitno, Kepala KPPBC Kudus mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari informasi yang dihimpun oleh tim seksi intelijen dan penindakan KPPBC Kudus.

Dari informasi tersebut, bahwa ada pengirimin rokok ilegal yang dimuat dalam truk bernopol AB 8251 AC dari Jepara.

"Atas informasi yang kami dapat, kami lakukan operasi tertutup di ruas jalan penghubung Jepara-Kudus dan Demak, serta Pati," kata Imam Prayitno, Senin (4/12/2017).

Pada Selasa (28/11/2017) kemarin, pukul 02.00 WIB akhirnya pihaknya berhasil menangkap kendaraan yang memuat rokok ilegal berdasarkan informasi yang pihaknya peroleh.

"Dari kendaraan tersebut kami temukan muatan berupa SKM (Sigaret Kretek Mesin) sebanyak 960.000 batang tanpa dilekati pita cukai," katanya.

Atas penindakan tersebut, akhirnya pihaknya mengamankan sopir dan kernet truk untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dia paparkan, dari penindakan rorkok ilegal itu, total perkiraan nilai barang yaitu Rp 960 juta. Sedangkan kerugian negara mencapai Rp 362.880.000.

Imam melanjutkan, selama 2017 pihaknya telah berhasil melakukan penindakan sebanyak 73 kali. Hanya saja pihaknya kesulitan untuk meningkatkan proses hukum para pelaku produksi rokok ilegal.

"Kalau mereka diketahui menguasai barang tapi tidak ada niat untuk mendistribusikan atau menjual maka kami tidak bisa menaikkan statusnya atau dillimpahkan ke kejaksaan," kata dia.

Selama penindakan, katanya, pihaknya telah melakukan pemotongan rantai distribusi rokok ilegal yang merugikan negara.

"Kami telah melakukan pemotongan distribusi rokok ilegal dengan berbagai penindakan dan operasi pasar yang kami lakuka," katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved