Bosan Merantau, Ishak Sukses Usaha Kerupuk Singkong di Desa. Ini Kisahnya

Nasib Ishak Abdul Aziz (35), warga desa Krangean Kertanegara mulanya seperti pemuda desa pada umunnya

Bosan Merantau, Ishak Sukses Usaha Kerupuk Singkong di Desa. Ini Kisahnya
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Produksi krupuk singkong di desa Krangean Kertanegara Purbalingga milik Ishak Abdul Aziz. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM PURBALINGGA - Nasib Ishak Abdul Aziz (35), warga desa Krangean Kertanegara mulanya seperti pemuda desa pada umunnya.

Ia harus merantau ke kota lantaran susah mencari lapangan kerja di desa. Karena bertahan di desa tanpa pekerjaan jelas, sama halnya merawat kemiskinan.

Bagi pemuda berpendidikan rendah seperti dirinya, profesi apalagi yang terbuka kecuali kuli bangunan di Jakarta. Pekerjaan itu ia lakoni bertahun-tahun hingga membuatnya jenuh.

Tenaga terkuras habis, namun uang tak pernah terkumpul dari hasil pekerjaan tersebut.

Ishak mulai berpikir, bagaimanapun caranya, ia tak harus merantau, namun beroleh penghasilan dari rumah di desa.

"Kalau anak muda merantau ke kota semua, nanti desa siapa yang mengisi,"katanya, Selasa (5/12/2017).

Di tengah kegalauan hidupnya, Ishak melihat potensi panen singkong yang melimpah di desanya. Sementara harga singkong selalu jatuh setiap kali panen raya. Ia berinisiatif mengolahnya untuk meningkatkan nilai jual produk itu.

Tahun 2000, Ishak mengikuti pelatihan pembuatan kerupuk di Malang Jawa Timur sambil menimba ilmu agama di Pondok Pesantren.

Keahlian itu lantas ia aplikasikan di kampung halaman. Ishak menyulap sebagian ruang tempat tinggalnya yang kecil menjadi tempat produksi dengan alat sederhana.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved