Breaking News:

Pembebasan Lahan Proyek Jalur Kereta Api Bandara Solo Memasuki Tahap Akhir

Sebab, kepemilikan lahan bersertifikat hak milik (HM) tersebut belum bisa dicocokkan dengan data Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Penulis: akbar hari mukti | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Persiapan harus matang. Kalau tidak ada halangan besok akan dimulai dari stasiun kereta api Kota Tegal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Upaya pembebasan lahan terdampak jalur kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan Solo, di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, masuki tahap akhir.

Hal tersebut terlihat lewat upaya klarifikasi yang dilakukan oleh tim pengadaan tanah dengan melibatkan seluruh ketua rukun tetangga (RT) di kelurahan tersebut, Selasa (5/12/2017).

Lurah Kadipiro, Sugeng Budi Prasetyo mengatakan, tim pengadaan tanah proyek pembangunan Jalur KA-Bandara mulai mengklarifikasi kepemilikan sejumlah bidang lahan terdampak milik warga.

Sebab, kepemilikan lahan bersertifikat hak milik (HM) tersebut belum bisa dicocokkan dengan data Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Lahan-lahan itu terletak di 8 RT. Semua ketua RT kami undang untuk mengklarifikasi siapa pemilik terakhir lahan tersebut," jelas Sugeng.

Baca: Anggota Polisi Pelaku Penembakan Nelayan Hanya Bisa Pasrah saat Didakwa Pasal Berlapis

Sugeng menerangkan, klarifikasi itu dilakukan tim dengan menanyakan informasi tentang pemilik terkini lahan yang dimaksudkan.

Oleh sebab itu, menurutnya Ketua RT dilibatkan, mengingat mereka yang mengetahui kondisi riil di lapangan.

"Kepemilikan lahan itu bisa saja sudah berbeda dengan data BPN, karena pemilik awal meninggal dunia dan sebagainya. Jika memang demikian, maka pemilik lahan saat ini perlu menyertakan surat keterangan waris," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved