Breaking News:

Warga yang Rumahnya Terkena Dampak Pembangunan Jalur Kereta Bandara akan Disewakan Hunian

"Jadi secara prinsip, warga bisa menempati kontrakan, selama belum selesai membangun rumah," paparnya.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: suharno
TRIBUNNEWS /APFIA
Uji Coba, Kereta Bandara Sempat Alami Gangguan di Pantograf. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Penghuni bantaran rel kereta api (KA) yang terdampak pembangunan jalur KA Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan, dijanjikan biaya sewa rumah oleh pemerintah.

Adapun rumah sewaan itu bisa digunakan warga, sembari menunggu pembangunan hunian permanen pengganti.

"Dalam Perpres Nomor 56/2017 sudah diatur soal pemberian biaya sewa rumah. Uang kontraknya nanti selama enam bulan," ungkap koordinator pembebasan tanah, Dandung Iskandar, Rabu (6/12/2017).

Dandung menjelaskan, uang sewa itu bisa dimanfaatkan warga selama belum menempati rumah pengganti hunian di bantaran.

"Jadi secara prinsip, warga bisa menempati kontrakan, selama belum selesai membangun rumah," paparnya.

Baca: Pemkot Solo Bersama Kemensos Resmikan Shelter ADHA di Solo

Meski begitu, Staf Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Tengah ini masih enggan merinci besaran sewa rumah yang dimaksud.

Dandung beralasan, hal itu tak menjadi wewenangnya.

Merujuk Perpres Nomor 56/2017 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam Rangka Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional, ia memaparkan, kompensasi yang bakal diterima warga berupa biaya pembongkaran rumah, mobilisasi, sewa rumah dan tunjangan kehilangan pendapatan.

Dandung menilai, penghuni bantaran yang berhak menerima kompensasi adalah pemilik identitas kependudukan yang disahkan oleh kecamatan setempat, tidak memiliki hak atas tanah yang dikuasainya, serta telah memanfaatkan tanah secara fisik minimal 10 tahun berturut-turut.

Baca: 115 Lampu Panel Surya Terpasang di GOR Wergu Kudus, Ini Jumlah Anggaran Untuk Membuatnya

Menurutnya saat ini proses pengadaan tanah untuk keperluan pembangunan jalur KA bandara baru difokuskan kepada pembebasan lahan bersertifikat Hak Milik (HM) di wilayah Kadipiro, Solo.

Dandung juga mengaku belum bisa memastikan jumlah hunian di bantaran rel yang bakal terdampak proyek tersebut, lantaran pendataan dilakukan instansi lain.

Berdasarkan catatan Pemkot, sedikitnya 594 hunian di bantaran rel wilayah Nusukan, Gilingan dan Kadipiro perlu direlokasi agar proyek itu berjalan lancar.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved