Breaking News:

Pertamina Tambah Belasan Ribu Pasokan Gas Elpiji ke Tiga Daerah di Jateng Ini

Pendistribusian LPG 3 kg merupakan penugasan yang diamanahkan Pemerintah ke Pertamina sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.

Penulis: budi susanto | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Masyarakat Kecamatan Pekalongan Utara antre dalam operasi pasar gas 3 kg, Jumat (8/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - menanggapi kelangkaan gas pihak Pertamina langsung mengglontorkan 15.120 tabung Elpiji 3 kg untuk wilayah Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Jumat (8/12/2017).

Hal tersebut dilakukan PT Pertamina Marketing Operation Region IV wilayah Jateng DIY agar kondisi tetap kondusif terkait konsumsi LPG 3 kg di masyarakat.

Dijelaskan Andar Titi Lestari Manager Communication and CSR MOR IV, pendistribusian LPG 3 kg merupakan penugasan yang diamanahkan Pemerintah ke Pertamina sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.

"Untuk tambahan fakultatif atau extradroping stok gas 3 kg, kami lakukan di Kota Pekalongan dengan jumlah 5.600 tabung dan Kabupaten Pekalongan 9.520 tabung," terang Andar.

Baca: Rekor Manchester United Selama 12 Tahun Akan Kandas saat Bertemu Klub Gurem Ini

Pihaknya berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian. Namun demikian, dukungan penuh dari masyarakat, dan Pemda sebagai pengawasan di lapangan sangatlah diperlukan agar pendistribusian LPG 3 kg dapat tepat sasaran.

"Masyarakat perlu menyadari LPG 3kg diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu dan para usaha mikro, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM no 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG," paparnya.

Diharapkan dengan penambahan pasokan tersebut, masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa karena Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan real pengunaan LPG 3 Kg, apabila dirasa kurang Pertamina akan mensuplai LPG 3 Kg secukupnya sesuai kebutuhan di wilayah tersebut.

"Perlu diinformasikan bahwa kebijakan penerapan distribusi LPG 3 kg berbeda dengan non-PSO dimana Pertamina mengikuti Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. Pada pasal 18 – 20 tentang pendistribusian LPG dan pengguna LPG tertentu dalam hal ini adalah LPG 3 kg. Dimana Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan," imbuhnya.

Baca: Dalam Waktu Dekat, Seluruh Maskapai Indonesia Bisa Mendarat di Eropa dan Amerika

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan kegiatan berupa operasi pasar di 8 titik di wilayah Kabupaten Semarang, serta tambahan-tambahan fakultatif di beberapa kota dan kabupaten hingga 20.160 tabung LPG 3kg.

“Kami lakukan operasi pasar di beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang, yaitu di Kecamatan Tengaran, Kecamatan Suruh, Kecamatan Getasan, Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Susukan, Kecamatan Bringin, Kecamatan Sumowono, dengan total 8 titik lokasi operasi pasar. Sedangkan untuk tambahan fakultatif atau extradroping, kami lakukan di Kota Pekalongan sebanyak 5.600 tabung, Kabupaten Pekalongan 9.520 tabung, Kabupaten Pemalang 3.360 tabung dan Kabupaten Tegal 1.680 tabung,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved