Korupsi e KTP

Mudah-mudahan Semua Lancar dan Pak Novanto Sehat

Sidang perdana dugaan korupsi KTP Elektronik dengan tersangka Setya Novanto akan digelar Rabu (13/12) pekan depan.

Mudah-mudahan Semua Lancar dan Pak Novanto Sehat
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sidang perdana dugaan korupsi KTP Elektronik dengan tersangka Setya Novanto akan digelar Rabu (13/12) pekan depan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sidang perdana dugaan korupsi KTP Elektronik dengan tersangka Setya Novanto akan digelar Rabu (13/12) pekan depan. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang perdana yang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) nanti.

"Sidang perdananya Rabu depan ya, untuk pembacaan dakwaan. Mudah-mudahan semua lancar dan Pak SN juga dalam kondisi sehat untuk menghadapi persidangan?" kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Sabtu (9/12).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah memastikan KPK sudah siap menghadapi sidang perdana dari Ketua DPR RI tersebut. Febri menambahkan dakwaan Setya Novanto juga telah dikirimkan ke pengadilan dan pihak Setya Novanto.

Ditegaskan, dalam sidang nanti, KPK akan membuktikan satu persatu dari dakwaan tersebut. "KPK telah menerima surat dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk agenda sidang perdana SN pada Rabu 13 Desember 2017. KPK sudah siapkan segala sesuatu yang perlu disiapkan," ujar Febri.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata memastikan tidak adanya persiapan khusus dalam sidang perdana nanti. Alexander menuturkan baginya, sidang Setya Novanto sama dengan sidang-sidang perkara yang lainnya.

"Biasa saja, tidak ada persiapan khusus. Sidangnya sama dengan persidangan yang lain, biasa saja, mudah-mudahan semuanya lancar," katanya.

Sementara itu, soal mundurnya dua kuasa hukum yakni Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi sebagai pembela Setya Novanto, menurutnya itu adalah hak kuasa hukum.

"Itu kan kewenangan yang bersangkutan. Prinsipnya memang itu menjadi hak pengacara, dia akan mengundurkan diri atau terus melanjutkan," katanya.

Sebelumnya, tim biro hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa ada yang aneh dengan barang bukti berupa dokumen yang ditunjukkan pengacara Setya Novanto dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (8/12) dua hari lalu.

Sebab, 41 barang bukti yang dibawa, ada beberapa dokumen yang sifatnya sangat rahasia. Dokumen ini berkait KPK, Polri dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tim biro hukum KPK mempertanyakan asal usul diperolehnya barang bukti tersebut.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved