Dipindah, PKL Tlogosari Khawatir Dagangan Sepi jika Jualan di Suryokusumo
Dipindah, PKL Tlogosari Khawatir Dagangan Sepi jika Jualan di Suryokusumo. Alasannya, pedagang sebelumnya juga sepi.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pedagang kaki lima (PKL) Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, merasa resah jika harus dipindah ke shelter PKL yang berada di belakang pasar Suryokusumo, Tlogosari. Alasannya, pedagang dan PKL yang sebelumnya sudah dipindah ke shelter juga hengkang karena tidak ada pembeli.
Koordinator PKL, Ari Setyo Budi mengatakan, sedikitnya terdapat 25 PKL di jembatan 5 yang berada tepat di depan pasar. Belum lagi ditambah PKL dari jembatan 1 sampai 4.
"Kami khawatir akan mengalami nasib serupa. Dipindah ke shelter tapi ternyata tidak ada pembeli yang datang," kata Ari, bersama beberapa PKL kepada ketua panitia khusus (Pansus) Raperda PKL Kota Semarang, Joko Susilo, saat meninjau lokasi shelter pasar Suryokusumo, Tlogosari, Senin (11/12/2017).
Ari menuturkan, para PKL sebelumnya berada di tepi sungai sejak 1985. Mereka kemudian diminta membongkar lapak dan kios seiring ada pembangunan trotoar dan setelah selesai pembangunan, para PKL diperbolehkan membangun kembali lapak dan kios di tempat semula.
"Namun kenyataannya berbeda. Kami malah dikumpulkan dan akan dipindah ke shelter yang pembangunan tahap II ini. Padahal yang shelter tahap I saja mangkrak lebih 2 tahun karena pedagang enggan berjualan di sana," ucapnya.
Jika tetap harus dipindah, Ari meminta agar tidak tebang pilih. Jika satu PKL dipindah maka PKL yang lain juga harus dipindah. Jika tidak, maka dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan PKL lainnya.
"Kami minta bedhol desa ibaratnya. Jadi semua PKL harus pindah. Kalau separuh saja, pasti yang di shelter tidak laku karena pembeli memilih yang berjualan di tepi jalan," ucapnya.
PKL lain, Budi Suprihatin menambahkan, PKL yang berjualan di luar pasar Suryokusumo merasa disingkirkan secara halus. Pasalnya, rencana pemindahan tidak diberitahukan kepada para PKL.
Sebelumnya, sudah ada pertemuan sampai 3 kali terkait hal itu. Namun selama pertemuan tidak ada informasi pemindahan PKL yang sebelumnya menempati bantaran sungai.
"Kami merasa seakan disingkirkan karena memang tidak ada komunikasi sama sekali," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-pkl-tlogosari-mengadu-ke-ketua-pansus-raperda-pkl-kota-semarang_20171211_230601.jpg)