Breaking News:

Saat Asyik Nongkrong, Puluhan Pelajar Ini Terciduk Polisi yang Sedang Laksanakan Operasi Pekat

Anggotanya mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya gerombolan pelajar di Rest Area Desa Ngipik.

Editor: suharno
HUMAS POLRES BANJARNEGARA
Lima pelajar SMK dihukum push up di Mapolsek Banjarnegara, Rabu (4/10/2017), karena kepergok menenggak miras. 

TRIBUNJATENG.COM - Puluhan pelajar SMP-Mts dari berbagai sekolah di Jawa Tengah digiring ke kantor Polisi, Senin (10/12/2017).

Para pelajar tersebut terciduk Polsek Pringsurat yang sedang menggelar operasi Pekat (penyakit masyarakat) di wilayah Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

Kapolsek Pringsurat, Polres Temanggung, Polda Jawa Tengah, AKP Suwondo mengatakan operasi Pekat dalam rangka cipta kondisi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 di wilayahnya.

Anggotanya mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya gerombolan pelajar di Rest Area Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

Khawatir terjadi aksi tawuran, maka dengan sigap petugas langsung menuju lokasi.

Sesampainya di TKP, petugas langsung membawa puluhan pelajar tersebut ke Mako Polsek guna pendataan lebih lanjut.

"Setelah didata, ada 28 pelajar SMP-Mts dari tiga sekolah berbeda di Kabupaten/Kota Magelang yang sedang nongkrong di Rest Area Desa Ngipik," terang AKP Suwondo melalui keterangan tertulisnya kepada Tribunjateng.com.

Baca: Tes Urine Dilakukan Secara Mendadak di Kodim 0710 Pekalongan, Begini Reaksi Para Tentara

Lebih lanjut Suwondo menjelaskan, sesampainya di Polsek, para pelajar berserta barang bawaan digeledah oleh petugas.

Namun, tidak ditemukan obat terlarang, benda atau barang bawaan yang membahayakan pelajar tersebut.

"Kita lakukan penggeladahan terhadap pelajar dan barang bawaannya. Alhamdulillah tidak ditemukan benda yang membahayakan maupun obat-obatan terlarang," jelasnya.

Baca: Ini Hasil Drawing Babak 16 Besar Liga Champions Eropa, Juara Bertahan Hadapi Tim Kuat

Untuk membuat efek jera pelajar tersebut, petugas kemudian memberikan tindakan berupa mengundang guru dari masing-masing sekolah untuk menjemput muridnya, serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved