Jelang Hari Ibu, Perempuan Wajib Perbanyak Literasi dan Fasih Mengelola Media Sosial

Ketua FKKG Jawa Tengah, Indra Kertati mengatakan rata-rata lama sekolah di Jawa Tengah di tahun 2016 baru mencapai 7,15 tahun.

Jelang Hari Ibu, Perempuan Wajib Perbanyak Literasi dan Fasih Mengelola Media Sosial
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Seorang karyawan tengah melayani warga yang membeli smartphone. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nur Rochmah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seiring dengan meluasnya jangkauan media sosial yang begitu mudah untuk diakses. Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia semakin maju dan melek aksara.

Namun, menurut pantauan Ketua Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) Jawa Tengah, Indra Kertati, rata-rata lama sekolah di Jawa Tengah di tahun 2016 baru mencapai 7,15 tahun.

Tentunya hal ini menandakan rendahnya minat baca dan tulis di lingkungan masyarakat.

Selain itu, dari segi negatif perkembangan era digital ini, justru menjadikan sosok perempuan sebagai obyek eksploitasi media. Terutama dalam hal sisi ekspose yang sensual.

"Untuk meningkatkan kepedulian akan dunia literasi, saya rasa pemberdayaan perempuan menjadi sangat penting," tutur Indra pada rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (12/12/2017).

"Karena dalam ranah domestik perempuan ditempatkan sebagai aktor yang mendidik anak melek aksara," sambungnya.

Baca: Usai Izinkan Wanita Mengemudi dan Masuk Stadion Olahraga, Arab Saudi Izinkan Adanya Bioskop

Bertepatan dengan memperingati Hari Ibu ke-89, FKKG Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jawa Tengah, menggelar acara seminar yang bertajuk "Perempuan Literasi dan Media Sosial".

Seminar ini akan diadakan pada 13 Desember 2017, bertempat di Hotel Chanti Ruang Bongaya Lantai 5.

Sebagai penyampai materi, akan menghadirkan Prie GS (Budayawan), Nur Fuad (KIP Jateng), dan Indra Kertati (Ketua FKKG Jateng).

"Seminar ini bertujuan untuk membuka pikiran semua pihak, bahwa perempuan di era digital bukan hanya obyek. Namun sudah merangsak sebagai subyek, yang harus diperhitungkan atas perjuangan membuka mata keaksaraan," tegasnya.(*)

Penulis: Nur Rochmah
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved