Pilgub Jateng

Marwan Jafar Minta Kasus Bayi Meninggal Ditolak Puskesmas di Brebes Diusut Tuntas

Marwan Jafar Minta Kasus Bayi Meninggal Ditolak Puskesmas di Brebes Diusut Tuntas

Marwan Jafar Minta Kasus Bayi Meninggal Ditolak Puskesmas di Brebes Diusut Tuntas
TRIBUNJATENG.COM/DOK
Marwan Jafar Minta Kasus Bayi Meninggal Ditolak Puskesmas di Brebes Diusut Tuntas 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Marwan Jafar meminta kasus meninggalnya bayi akibat tidak ditangani oleh Puskesmas di Kabupaten Brebes, segera diusut tuntas.

Menurutnya, penolakan puskesmas dengan berbagai alasan apapun sama sekali tidak dibenarkan.

Menurut Marwan, kasus kematian bayi karena alasan ditolak berobat pihak rumah sakit atau puskesmas, bukan yang pertama kalinya ia dengar.

“Ini masalah serius dan harus segera diusut tuntas,” kata Marwan, lewat sambungan telepon, Rabu (13/12/2017).

Baca: KRONOLOGI Meninggalnya Bayi Mungil Gara-gara Ditolak Berobat di Puskesmas

Apalagi, lanjut Marwan kasus kematian bayi di Kabupaten Brebes hanya karena soal dokumen administrasi yang belum dipenuhi pihak orang tua korban.

Pihak puskesmas seharusnya lebih mengutamakan keselamatan jiwa pasien untuk segera melakukan penanganan ketimbang urusan dokumen administrasi.

“Pasien miskin yang perlu pertolongan pertama harus mendapat prioritas. Soal dokumentasi administrasi kan bisa dilengkapi belakangan," jelasnya.

Bakal calon gubernur yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap kejadian pasien meninggal karena tidak mendapat layanan medis dari pihak puskesmas atau rumah sakit tidak boleh terulang kembali.

"Kedepan saya berharap pihak puskesmas tidak boleh main-main dengan nyawa pasien. Harusnya langsung ditangani, pihak puskesmas tidak boleh terlalu kaku dalam melayani kesehatan masyarakat,” harapnya.

Untuk diketahui, putri pasangan Saroi (32) dan Emiti (32) yang masih berumur 7 bulan yaitu Icha Selvia di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jateng meninggal setelah tidak mendapatkan pertolongan medis saat menderita muntaber.

Ketika ibu si bayi membawanya ke Puskesmas, petugas menolak dengan dalih berkas administrasi tidak lengkap karena tidak membawa kartu keluarga.

Icha Selvia, mengalami muntah-muntah dan buang air sejak Jumat petang. Sabtu pagi, bayi tersebut dibawa ke Puskemas Sidamulya oleh Emiti, ibu si bayi. Namun petugas menolak menerimanya. Alasannya, Emiti tidak bisa menunjukkan kartu keluarga (KK) dan Icha belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved