Tiga Perempuan AS Menuduh Donald Trump 'Menggerayangi' Mereka, Ini Pengakuannya

Tiga perempuan yang menuduh Trump telah melakukan perbuatan seksual paksa terhadap mereka, menyerukan Kongres melakukan penyelidikan resmi.

Net
(Kiri-kanan) Jessica Leeds, Samantha Holvey, dan Rachel Crook 

TRIBUNJATENG.COM - Tiga perempuan yang menuduh Presiden AS Donald Trump telah melakukan perbuatan seksual paksa terhadap mereka, menyerukan Kongres melakukan penyelidikan resmi.

Dalam jumnpa pers New York City, ketiganya menuduh Trump meraba-raba, menggerayangi, mencium paksa, mempermalukan atau melecehkan mereka.

Ketiganya - Jessica Leeds, Samantha Holvey, dan Rachel Crooks - sudah memapar secara rinci tuduhan mereka sebelumnya dalam acara televisi.

Gedung Putih mengatakan bahwa para perempuan tersebut melontarkan 'pengakuan palsu.'

Konferensi pers Senin (11/12/2017) pagi diselenggarakan oleh Brave New Films, yang bulan lalu merilis sebuah film dokumenter, 16 Women and Donald Trump, tentang berbagai tudingan dari sejumlah perempuan.

Tuduhan mereka sekarang ditelan berbagai keriuhan politik, namun belakangan mendapat angin baru setelah bangkitnya gelombang baru pengungkapan pelecehan dan serangan seksual oleh sejumlah tokoh masyarakat terkenal sejak jatuhnya produser Hollywood Harvey Weinstein.

Leeds, Holvey dan Crooks awalnya mengungkapkan pengakuan mereka secara terpisah sebulan sebelum pemilihan presiden AS tahun lalu.

Pada NBC News pada hari Senin, Samantha Holvey mengatakan bahwa Trump memelototinya dan para peserta kontes kecantikan Miss USA lain dengan cara tertentu. Trump adalah pemilik penyelenggaraan kontes itu.

Mantan Miss North Carolina, yang saat itu berusia 20 tahun, mengatakan "dia menjajarkan kami semua" dan "menatap saya seakan saya hanyalah sepotong daging".

"Ini membuat saya merasa sangat rendah," kata Holvey kepada pembawa acara NBC, Megyn Kelly.

Halaman
123
Editor: sujarwo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved