Breaking News:

Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Berunjuk Rasa di Kampoeng Kopi Banaran

Aksi unjuk rasa FSPBUN IX Tanaman Tahunan diikuti oleh 17 kebun dan kantor direksi yang tersebar di Jawa Tengah.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
500 orang Federasi Serikat Pekerja Perkebunan PT Perkebunan Nusantara IX Divisi Tanaman Tahunan melakukan unjuk rasa di Kebun Kopi Banaran, Kamis (14/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - 500 karyawan PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN IX) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Perkebunan PT Perkebunan Nusantara IX Divisi Tanaman Tahunan (FSPBUN IX TT) melakukan unjuk rasa di Kebun Kopi Banaran, Kamis (14/12/2017).

Mereka melakukan unjuk rasa pada acara serah terima jabatan Direktur Utama PTPN IX yang dilaksanakan di Kampoeng Kopi Banaran pada hari ini.

Aksi ini dipicu adanya pergantian direktur utama PTPN IX yang berlatar belakang non perkebunan, yaitu berasal dari Direktur Keuangan Bulog.

Iryanto Hutagaol ditunjuk sebagai direktur utama PTPN IX.

Baca: Sidang di Tipikor Semarang, Bambang Wuryanto dkk Dinilai Rugikan Negara Rp 12 Miliar

Aksi unjuk rasa FSPBUN IX Tanaman Tahunan diikuti oleh tujuh belas kebun dan kantor direksi yang tersebar di Jawa Tengah.

Budiyono selaku Ketua Umum FSPBUN IX TT menyatakan alasan mendasar diadakannya unjuk rasa penolakan Direktur Utama PTPN IX yang baru karena pergantian Direktur Utama terkesan dipaksakan di saat Direktur Utama sebelumnya sedang menata bisnis PTPN IX.

"Di samping itu, Direktur Utama yang baru dinilai sangat tidak memahami bisnis perkebunan yang memiliki karakter budaya dan budidaya yang berbeda dengan bisnis lainnya," ujarnya.

Baca: Satu Balita Meninggal Dunia, Dinkes Kendal Nyatakan Kejadian Luar Biasa

Budiyono juga menerangkan penggantian direktur utama selama tiga periode terakhir sangat singkat di mana direktur utama sebelumnya hanya menjabat selama delapan bulan sebelum diganti, direktur utama selanjutnya hanya bertahan selama satu tahun, dan yang terakhir baru menjabat tidak lebih dari 1,5 tahun.

Mengetahui fenomena masa jabatan direktur utama yang terlalu singkat, Budiyono berkesimpulan penempatan direktur utama oleh pemegang saham hanya coba-coba dan tidak mengedepankan profesionalisme.

"Aksi ini bertujuan menyelamatkan PTPN IX dari kehancuran karena karyawan menggantungkan hidup dari perusahaan," imbuhnya.

Untuk itu, FSPBUN IX TT meminta kepada pemegang saham untuk mengevaluasi penempatan direktur utama di PTPN IX secara profesional dan menghindari unsur kepentingan lain selain peningkatan kinerja perusahaan.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved