Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendaki yang Tersesat Tiga Malam di Gunung Merapi Sempat Dua Kali Jatuh ke Jurang

Dia tak mengetahui jika putra bungsunya pergi mendaki sementara kepadanya ia pamit menuntut ilmu.

Penulis: ponco wiyono | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
Munjidi berdiri di sisi putranya, M Zada Lubab yang terbaring sakit usai tersesat selama tiga malam di Gunung Merapi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, AMBARAWA - ‎Bukan main suasana hati Kosiyati (55) mendengar buah hatinya dinyatakan tersesat saat sedang mendaki Gunung Merapi, Jawa Tengah, Selasa (12/12/2017) lalu.

Dia tak mengetahui jika putra bungsunya pergi mendaki sementara kepadanya ia pamit menuntut ilmu.

Kala itu, M Zada Lubab (17) memang sedang waktunya belajar di pondok pesantren Al Ma'rufiyyah Tempuran, Magelang.

Sisa-sisa keletihan masih tampak dari raut muka ketiga orang terdekat Lubab.

Di ruang Melati A RSUD Ambarawa, Kosiyati berbaring dengan wajah tertutup jilbab, sementara suaminya Munjidi (62), dan putranya Hadi Saprowi (36) duduk lesehan.

"Lubab pernah kecelakaan, kedua kakinya patah dan salah satunya tumbuh lebih lambat sejak saat itu," urai Munjidi yang merupakan seorang nelayan udang di Danau Rawapening, Kabupaten Semarang.

Baca: Masih Ingat Wanita Gila di Purbalingga yang Melahirkan? Bayinya Kini Mendapat Orangtua Asuh

Kala mendaki Merapi, Senin (11/121/2017) lalu, Lubab terpisah dari rombongan sebanyak 10 orang lantaran ia merasakan capai pada kakinya.

Bocah kelas 1 SMA itu meminta rekan-rekannya turun lebih dulu dan berjanji akan segera menyusul ke bawah.

"Namun itu tak terjadi, kawan-kawannya menunggu dua jam dan memutuskan kembali ke atas. Namun Lubab tak ada, mereka turun dan naik lagi kemudian baru melapor ke posko," kata Rowi, sapan Hadi Saprowi.

Menurut Rowi sesuai pengakuan adiknya, Lubab beserta rekan-rekan tidak berencana berkemah.

Mereka hanya ingin naik ke puncak dan turun pada Senin sore Maka dari itu rombongan santri itu tidak membawa bekal makan dan minum.

"Anak saya bertahan hanya dengan dua pak rokok," aku Munjidi.

Baca: Korban Tenggelam di Sungai Lusi Kabupaten Blora Belum Ditemukan Karena Derasnya Arus

Saat ditemukan, Lubab tengah berada di atas batu landai yang menyelamatkannya dari terperosok ke jurang yang lebih dalam.

Menurut Rowi, Lubab terperosok dua kali, yakni sedalam tujuh meter dan lima meter.

"Jika tidak ada batu, mungkin tubuhnya jatuh sampai 200 meter, itu kata tim SAR kemarin," ujar Rowi yang menunggui selama tiga hari di Posko Selo.

Proses evakuasi Lubab sendiri berjalan sejak Kamis (14/12/2017) pagi sekitar pukul 07.00 hingga pukul 16.00 melalui posko pendakian Kaliworo Klaten.

Saat ini, bocah berusia 17 tahun itu masih sulit diwawancara lantaran mengalami trauma dan memerlukan waktu untuk pemulihan.

"Dia bilang kepala dan badannya sakit, tapi kakinya tidak ada masalah," kata Kosiyati.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved