Gempa Bumi

Dari Takbir, Jerit Tangis hingga Listrik Padam di Gempa Tasikmalaya

Warga berhamburan dari kamarnya berusaha keluar rumah. Belum usai kepanikan melanda, listrik mati. Kepanikan pun semakin menjadi.

Dari Takbir, Jerit Tangis hingga Listrik Padam di Gempa Tasikmalaya
ISTIMEWA
Atap teras Bank Jateng di Kecamatan Karangkobar ambruk dan pagar rumah warga di desa Ambal Karangkobar runtuh akibat gempa. 

TRIBUNJATENG.COM, TASIKMALAYA - Teriakan takbir dan jerit tangis warga memecah kesunyian sejumlah desa di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (15/12/2017) malam jelang Sabtu (26/12/2017) dini hari.

Guncangan gempa berkekuatan 6,9 SR itu sangat terasa di kawasan tersebut.

‎Saat itu, mayoritas warga sedang terlelap. Tiba-tiba saja, gempa membangunkan warga dari tidurnya.

Warga berhamburan dari kamarnya berusaha keluar rumah. Belum usai kepanikan melanda, listrik mati. Kepanikan pun semakin menjadi..

"Di luar sudah banyak orang teriak takbir, ada juga anak-anak yang nangis. Di luar juga gelap, hanya dibantu sinar bulan," kata Aas (60), warga Kampung Sarakan, Desa Cikukulu, Kecamatan Karangnunggal, saat dihubungi dari Kantor Kecamatan Karangnunggal, Sabtu (16/12/2017) pagi.

Menurutnya, gempa kali ini sangat terasa. Genting rumah berjatuhan, dinding rumah retak dan sejumlah warga tertimpa reruntuhan bangunan.

Camat Karang Nunggal Asep M Dahliana membenarkan sejumlah warganya terluka dalam kejadian tersebut.

"Ada tujuh warga yang mengalami luka-luka ringan di kepala. Sempat dirawat di Puskesmas Karang Nunggal tapi sekarang sudah dipulangkan," ujar Asep.

Adapun rumah rusak yang tersebar di 14 desa yang baru terdata mencapai belasan rumah.

"Laporan sementara baru ada 17 rumah yang rusak-rusak. Umumnya karena genteng berjatuhan hingga rumah retak-retak," kata Asep.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved